70 Tenaga Literasi Ikut Bimtek Kemendikbud

0
5
Suasana Bimtek bagi tenaga literasi, yang dilaksanakan Pusat Pembinaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.(ist)

SULUTIMES, Jakarta – Indonesia, menduduki peringkat yang menerenyuhkan.
Betapa tidak, sebagaimana yang dilansir Central Connecticut State University, melalui penelitian mereka yang bertajuk Most Littered Nation In the World pada 2016, Indonesia mencolok pada peringkat ke-60 dari 61 negara yang dikaji.
Indonesia jelas di bawah Thailand yakni peringkat 59, serta hanya di atas Bostwana, yang terbuncit di urutan 61.
Untuk menghadapi kondisi demikian, Pusat Pembinaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Tenaga Literasi, di Hotel Santika Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Jumat (13/7/2018).
Pada acara pembukaan, Kepala Pusat Pembinaan Prof Dr Gufran Ali Ibrahim MS mengingatkan, agar peserta mampu memberikan kontribusi yang nyata terhadap upaya pemerintah dalam meningkatan literasi nasional.
“Adapun caranya adalah dengan meningkatkan daya literasi penggiatnya. Diharapkan agar para penggiat, bukan semata mengimbau masyarakat agar gemar membaca dan menulis, melainkan juga memberi teladan memiliki kemampuan menulis dan membaca,” paparnya.
Sebagai pengibaratan, dituturkannya bagaimana mirisnya bila para guru menulis di sekolah tidak mahir menulis.
Intinya adalah keteladanan akan berdampak lebih tegas dan lugas dalam mengubah upaya peningkatan daya literasi daerah dan Nasional yang masih memperihatinkan.
Sebagai upaya untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut, pegiat literasi nasional Kamajaya Al Katuuk memberikan bimbingan agar para pegiat literasi secara terukur segera menyadari peran strategisnya.
“Salah satunya adalah dengan cara menjawab pertanyaan, Mengapa Kita Harus Menulis?, karena jika kita diam berarti akan menyakiti hati kita sendiri,” jelas Katuuk.
Diingatkannya pula bahwa, sebagai pegiat selain harus memiliki keteladanan dalam tulis-baca, juga diingatkan agar mampu menginisiasi berbagai upaya manajerialnya. Baik dalam kaitan dengan keberhasilan bermitra dengan pemerintah di daerah masing-masing, maupun dalam hal meningkatkan daya tarik baca-tulis masyarakat. Itulah sebabnya, setelah memberikan berbagai bimbingan dalam menulis yang sesuai dengan kebutuhan khalayak sasaran literasi di daerah, juga membekali agar para pegiat meningkatkan kapasitas diri memanfaatkan teknologi.
“Manfaatkan teknologi jangan sebaliknya malah dimanfaatkan teknologi alias korban teknologi,” kuncinya.
Perhelatan ini dihadiri oleh seluruh wakil provinsi, sebanyak 70 peserta. Bimbingan teknis yang ke-3 kali terbilang berhasil. Selain setiap tahapan diikuti secara seksama dan suka cita oleh peserta.
Terlebih karena para fasilitator yang dihadirkan juga adalah para akademisi dan pegiat literasi yang relevan. Selain Kepala Badan Bahasa Prof Dr Dadang Sunendar MHum, juga tampil Prof Dr Suwardi Endraswara, Awam Prakoso, Toha Maksun serta beberapa penyaji lain.
Direncanakan bimbingan serupa akan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan penekanan pada strategi pengembangan yang berorientasi pada peningkatan pelayanan dan kedekatan dengan khalayak.

 

Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here