Revolusi Industri 4.0 Jadi Tantangan Baru Perguruan Tinggi

0
21
Suasana Seminar Nasional Prospek Perekonomian Indonesia dan Ekonomi Digital dalam Era Industri 4.0 yang diselenggarakan UNIMA di Hotel Arya Duta Manado, Jumat (24/8/2018).(ist)

SULUTIMES, Sulut – Apakah tantangan revolusi Industri 4.0 pada perguruan tinggi di lingkungan fakultas ekonomi ?.

Pertanyaan ini dilontarkan Sekjen Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesi serta Ketua Program Studi S2 Magister Manajemen FEB Universitas Padjajaran, Bandung Popy Rufaidah SE MBA PhD dalam materinya saat menjadi narasumber Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Manado (Unima) yang bertemakan ‘Prospek Perekonomian Indonesia dan Ekonomi Digital dalam Era Industri 4.0’ yang diselenggarakan di Hotel Arya Duta Manado, Jumat (24/8/2018).

“Menjawab pertanyaan apakah sistem dan program pendidikan tinggi kita sudah relevan dengan revolusi industri 4.0, bahwa kondisinya, sistem yang ada sekarang di Universitas dibuat sebagai respon terhadap respon revolusi industri sebelumnya. Agar pendidikan ekonomi dan bisnis relevan dengan revolusi industri 4.0 penting untuk melihat kembali sistem yang ada (kurikulum) menjadi sistem yang adaptif dan fleksibel,” jelasnya.

Lanjut Rufidah yang baru saja dipercayakan sebagai Atase Pendidikan di USA ini, Pembelajaran daring (blended learning) ekonomi dan bisnis menjadi amat relevan untuk diselenggarakan sekolah bisnis (FEB) di Indonesia, seperti yang telah dilakukan oleh universitas-universitas top di dunia (Stanford, Yale, MIT, Harvard, Oxford, dll).

“Sudah ada 1.300 online course dengan 7 juta users. Program bisnis perlu lebih terlokasi untuk memenuhi realitas di Indonesia serta kebutuhan perusahaan-perusahaan di semua tingkatan, untuk memastikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, seminar nasional tersebut dibuka oleh Rektor UNIMA Prof Dr Julyeta PA Runtuwene yang diwakili oleh Pembantu Rektor UNIMA Bidang Akademik Prof Dr Deetje Katuuk MPd.

Kebersamaan narasumber dan peserta usai seminar nasional Revolusi Industri 4.0 jadi tantangan bagi perguruan tinggi yang diselenggarakan Universitas Negeri Manado (Unima).(ist)

Sementara itu, narasumber lainnya Prof Dr Revolson Mege MSi dalam materinya menyampaikan tentang pentingnya penulisan artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal bereputasi baik nasional maupun internasional untuk menjawab tantang revolusi industri 4.0.

“Pengetahuan atau hasil penelitian seorang dosen akan memasuki ranah sains, sesungguhnya hanya setelah hasil tersebut disajikan kepada publik (publikasi) dalam bentuk yang kesahihannya dapat dinilai dan dievaluasi secara bebas,” terang Mege.

Seminar nasional ini pula hadir Dekan FE-UNIMA Dr Ventje A Senduk MSi, para Pembantu Dekan dan Ketua/Sekretaris Jurusan (Manajemen, Akuntansi, Pendidikan Ekonomi dan Pemasaran (D3) serta seluruh dosen FE UNIMA.

Pula, Dekan FEB Unsrat Prof Dr Herman Karamoy, KPS S2 MM Prof Dr Silvia Mandey beserta pimpinan dan dosen FEB Unsrat lainnya.

Disatu sisi, Dr Ramon Ferry Tumiwa MM selaku Ketua Panitia didampingi Kajur Manajemen FE Unima Dr Nova Christian Mamuaya MM dan Sekretaris Panitia Dr Jerry Wuysang MM menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak sehingga acara ini bisa terlaksana dengan baik.

“Khususnya para narasumber yang telah membagi ilmu mereka untuk para peserta. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam mempersiapkan diri menjawab tantangan revolusi industri 4.0 serta memotivasi para dosen dalam mempublikasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian mereka untuk kesejahteraan umat manusia,” pungkas Tumiwa.

Adapun peserta yang hadir dalam seminar nasional tersebut sekitar 150 orang.

 

*/Jakas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini