Your Ads

Tuesday, Nov 13, 2018
HomeActual & ValidSulutBolaang MongondouwTolak Perkebunan Sawit, Warga Bolmong Blokir Jalan Trans

Tolak Perkebunan Sawit, Warga Bolmong Blokir Jalan Trans

Aksi Petani Tolak Sawit memblokir jalur jalan trans Sulawesi di Lolak.(adri)

SULUTIMES, Bolmong – Diduga kerap tak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) setelah berkali-kali menggelar aksi protes. 

Aliansi Mahasiswa dan Warga Petani Bolmong melajukan aksi dengan memblokir jalan trans Sulawesi tepatnya di depan Kantor Kecamatan Lolak, Selasa (6/11/2018).

Hasil Pantau Wartawan sulutimes.com, aksi yang melibatkan sekitar 500an Warga petani dan Mahasiswa itu, nampak terpaksa harus meluapkan kekesalanya dengan memblokir Jalan Trans Sulawesi.

Tak hanya menutup akses jalan dengan kayu-kayu dan baliho, warga juga turut menumpahkan materian batu sungai sebanyak satu Dam Truk untuk menutupi jalan.

Akibat dari pemblokiran akses jalan utama penghubung antar Provinsi Sulawesi tersebut, sempat terjadi kemacetan parah cukup panjang hingga berkilo-kilo meter.

Bahkan, untuk membuka jalur trans di Lolak, petugas keamanan di bantu Dinas terkait terpaksa harus menggerakan alat berat untuk memindahkan material.

Salah satu perwakilan mahasiswa Ade Lundeto mengungkapkan pengembangan kelapa sawit di Bolmong tidaklah sejalan dengan program Pemerintah Pusat menjaga swasembada pangan.

“Perkebunan kelapa sawit tidak hanya mengancam dan merugikan petani kelapa dalam. Namun keberadaannya juga akan merugikan petani komoditi lainya. Mengingat lahan yang di gunakan oleh perusahaan kelapa sawit adalah lahan produktif yang biasanya di tanami padi, jagung dan kedelai oleh para petani,” ungkap Ketua Kerukunan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Lolak (KPMKL) ini.

Menurutnya aksi yang di gelar oleh warga untuk kesekian kali ini adalah luapan kekecewaan warga terhadap sikap pemerintah yang seolah lebi menunjukan keberpihakanya kepada Perusahaa Sawit dan mengabaikan permintaan warga.

“Sebagaimana yang di sosialisasikan oleh Pemerintah dan Perusahaan Sawit, lahan yang akan di gunakan hanyalah lahan tidur namun kenyataanya tidak demikian,” tuturnya.

Sementara itu, Lobe Paputungan yang juga perwakilan petani mengungkapkan sikap Pemkab Bolmong yang cederung melakukan pembelaah terhadap perusahaan membuatnya menaruh kecurigaan kuat kalau ada Oknum yang hari ini bagian dari Pemerintahan turut bermain dan mendapat keuntungan jika perusahaan sawit beroperasi di bolmong.

“Kalau pada Investor lainya, Pemkab Bolmong boleh berlaku tegas, kenapa pada Perusahaan Sawit terkesan tak berdaya,” terangnya dengan nada kesal.

Ia pun berjanji kalau setelah aksi yang di gelarnya hari ini bukanlah aksi terakhir darinya, namun pihaknyapun akan terus memperjuangkan aspirasinya.

“Kalau Pemkab Bolmong tak menujukan kepedulian. maka kita akan berupaya untuk bersuara di jakarta,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Bolmong Yasti Suprejo Mokoagow saat coba di temuai di ruanganya untuk kepentingan konfirmasi masih belum bisa di temui karena sedang berada di luar daerah, demikian juga dengan Sekretaris Daerah Pemkab Bolmong Tahlis Galang.

 

Adri Paputungan/Jakas

Comments

comments

KUA-PPAS TA 2019 Min
Laboratorium Kompute

viktory.rotty@yahoo.com

Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT

Pin It on Pinterest

Share This