JaDI Gagas Diskusi Media, Membangun Kepercayaan Publik Dalam Pemilu 2019 di Sulut

0
109
Diskusi Media Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulut.

SULUTIMES, Sulut – Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulut bekerjasama dengan Bawaslu SULUT dan KPU SULUT akan melaksanakan diskusi dengan topik, “Diskusi media, Membangun Kepercayaan Publik Dalam Pemilu 2019 di Sulut”, Sabtu 22 Februari 2019.

Diskusi tersebut menghadirkan nara sumber Ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda, Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh, Akademisi Dr Ferry Liando dan Presidium JaDI Sulut Johnny A A Suak yang akan membahas topik hangat dengan mendasarkan pada kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu terutama KPU dan Bawaslu yang saat kini menurun.

“Untuk mengembalikan kepercayaan tersebut bukan hal yang mudah, namun harus dilakukan untuk mengembalikan kualitas pemilu 2019 khususnya di Sulawesi Utara,” ujar Johnny Suak mantan pimpinan Bawaslu Sulut ini.

Lanjut Suak, diskusi media ini diharapkan kehadiran dari mantan-mantan KPU dan Bawaslu Sulut dan Kabupaten/Kota serta wartawan media yang ada di Sulut.

“Diskusi Media nantinya akan melihat fenomena yang terjadi saat ini. Seperti adanya issu yang tidak sehat dalam proses tahapan Penyelenggaraan Pemilu. Karena hal itu tidak mungkin dibiarkan, bila terjadi kesalahan pengelolaan isu akan berdampak buruk pada kualitas pesta demokrasi,” terang Suak.

“Maka JaDI sebagai lembaga pemantau pemilu akan terus berupaya mengembalikan kepercayaan tersebut agar demokrasi dalam pemilu ini bisa berjalan dengan baik, kita melakukan berbagai kegiatan agar agar masyarakat tercerahkan,” tambah Suak yang saat ini mendapat kepercayaan Gubernur Sulut Olly Dondokambey sebagai Staf Khusus Gubernur ini.

Sebagai tambahan, Suak memaparkan beberapa Isue yang coba akan dibahas nantinya:
1. Persoalan hoax dalam Pemilu cukup berkembang saat ini, padahal hoax akan mendegradasi kualitas pemilu.
2. Menurunnya kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara Pemilu, akan memunculkan delegitimasi. Misalnya jika tidak percaya dengan hasil pemilu akan menimbulkan permasalahan besar. “Dalam Pelaksanaan Pilkada yang lalu, ketidak percayaan itu mengarah kepada personal, untuk Pemilu sekarang publik tidak percaya kepada lembaganya, menjadi suatu yang sangat memprihatinkan”.
3. Secara Nasional tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemilu menurun, karena berbagai kebijakan yang muncul saat ini menimbulkan permasalahan publik, mulai dengan kotak kardus, pemilih orang gila, dan saat ini heboh penyerahan daftar pertanyaan terlebih dahulu sebelum dimulai debat Pilpres.
4. Pelaksanaaan regulasi sebagai penyelenggara dengan prinsif profesional, menjaga integritas, indenpenden dan taranparan.
5. Penjelasan Soal kotak suara dari kardus sudah diundangkan dan kebijakan yang dilakukan KPU tidak berdiri sendiri tetap melibatkan berbagai pihak.
6. Hoax saat ini dijadikan pendekatan jualan politik bagi kalangan yang memproduksi sebagai marketing politik, karena tak ada jualan lain yang baru, maka dimunculkanlah yang aneh-aneh, sehingga produksi hoax begitu masif dalam internet
7. Kita sangat perlu mengembalikan nilai-nilai edukasi politik dan demokrasi.
8. KPU Dan BAWASLU harus memfungsikan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) secara profesioanal, sehingga berbagai kebijakan diambil lebih dahulu diketahui masyarakat tujuan dan manfaatnya yang pada akirnya masyarakat bisa memahami dan akan mengurangi persepsi yang menimbulkan konflik.

“Adapun akan tampil sebagai Keynotespeech Koordinator Presidium JaDI Nasional Dr Juri Ardiantoro mantan Ketua KPU RI,” kunci Suak diiyakan Presidium JaDI Sulut lainnya Zulkifly Galonggom, Fachrudin Noch dan Syamsurijal Musa.

 

Jakas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini