Diduga Trio Caleg Kerabat Bupati Dapat Bantuan Pengerahan Guru

0
21
Yusra Alhapsi SE

Bawaslu Harus Berani Melakukan Tindakan Tegas Tanpa Pandang Bulu
Yusra Alhapsi SE
Anggota DPRD Bolmong

SULUTIMES, Bolmong – Dugaan adanya Pengarahan Aparatur Sipil Negara (ASN)/Guru di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) sebagai mesin pemenangan politik Calon Legislatif (Caleg) tertentu semakin mencoreng proses Demokrasi di tanah Totabuan.

Mengetahuinya, hal inipun langsung mendapat kecaman keras dari Anggota DPRD Bolmong Yusra Alhapsi SE.

Kepada Sulutimes.com Ketua Komisi I DPRD Bolmong ini mengatakan belum lama ini sejumlah oknum pejabat teras Bolmong dan oknum pejabat dilingkungan Dinas Pendidikan telah mengumpul Guru-guru se Bolmong, tepatnya di SDN 1 Lolak Tombolango, Kecamatan Lolak.

Di mana dalam pertemuan tersebut para tenaga pendidik itu bukannya mendapat arahan untuk kemajuan dunia pendidikan, namun justru diduga kuat mendapat tugas untuk pemenangan caleg tertentu yang memang masih kerabat Bupati Bolmong.

“Saya yakin jika perbuatan tak terpuji ini adalah inisiatif sang oknum pejabat dan bukanlah arahan Bupati. sebab, setau saya Bupati adalah orang yang cukup bijaksana dan sangat tidak setuju dengan cara-carah renda seperti itu,” kata wakil rakyat yang terkenal Vokal ini, Rabu (10/4/2019).

Lanjut menurutnya, ASN itu harusnya bersikap netral dan tidak memanfaatkan momen politik ini untuk mencari-cari muka.

“Saat mendapatkan informasi tentang pertemuan guru-guru itu, yang bersangkutan sudah saya telepon dan kasih peringatan, namun rupanya apa yang saya sampaikan ternyata tidak digubrisnya dengan baik,” ucap Yusra.

Untuk itu lanjutnya lagi, pihaknya dalam waktu dekat ini akan berkoordinasi dengan lintas komisi untuk memanggil oknum yang diduga salah satu pejabat di dinas pendidikan Bolmong untuk dimintai pejelasan.

“Karena Dinas Pendidikan bukan di Komisi saya, sehingga melalui komisi yang membidanginya yakni komisi II akan memanggil yang bersangkutan,” ungkapnya.

Tak sampai di situ saja Ketua Wilayah GP Ansor Sulut ini juga meminta Bawaslu Bolmong supaya bisa lebih pro aktif lagi serta dapat melakukan tindakan tegas tanpa pandang bulu.

“Kejadian semacam ini juga turut menguji integritas Bawaslu. Apa kegiatan yang sudah jelas pelanggaran tersebut dilakukan di lokasi yang cukup dekat dengan Sekretariat KPUD, dan Bawaslu Bolmong,” tutur Ketua PKB Bolmong yang saat ini maju di DPRD Provinsi Sulut dapil BMR ini.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Bolmong Renti Mokoginta saat beberapa kali coba untuk ditemui di kantornya guna dimintai tanggapan, masih sulit untuk mendapatkan keterangan karena tidak berada ditempat.

Begitupun dihubungi melalui nomor telepon genggamnya yakni 08134040xxxx, 08218782xxxx, 08525550xxxx, sangat sulit tersambung.

Secara terpisah, Ketua Bawaslu Bolmong Pangkerego SE saat coba dimintai tanggapanya mengatakan kalau pihaknya sudah mengetahui dan mengantongi sejumlah nama pejabat yang diduga turut hadir dan mengarahkan jalanya pertemuan itu.

“Saat kejadian ada dua orang pengawas lapangan yang turun langsung ke lokasi. Dan dari sejumlah fakta yang ditemukan, memang ada sejumlah poin yang menjurus pada pelanggaran, dan itu sudah kita jadikan data awal untuk penelusuran lebih dalam lagi,” ungkap Pangkerego.

Diapun menyampaikan kalau dirinya adalah orang yang sangat menjujung tinggi profesionalitas seorang penyelenggara khususnya lembaga dimana tempat ia bernaung.

“Kami sadari keterbatasan yang kami miliki saat ini, namun keterbatasan tersebut itu pula tidak menyurutkan komitmen kami untuk dapat menghantarakan Pemilu kali ini lebih berkualitas dari tahun-tahun sebelumnya,” pungkas Pangkerego.

 

Adri Paputungan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini