Universitas Negeri Manado.(sulutimes)

SULUTIMES, Sulut – Gonjang ganjing yang melilit petinggi Universitas Negeri Manado (Unima) hingga terbawa-bawa keranah hukum ditanggapi dengan bijak dan santun.

Hal ini seperti disampaikan pihak Unima melalui Ketua Media Center Unima DR Viktory Rotty ketika dimintai tanggapan sulutimes.com.

Diketahui, selang beberapa waktu, Rektor Unima Prof DR Julyeta Paulina Amelia Runtuwene MS (JPAR) menghadapi cobaan dari kalangan Unima sendiri. Di mana salah satu Dosen inisial DS (48) mempersoalkan jenjang pendidikan Rektor Runtuwene yang akhirnya tidak terbukti malahan sang pelapor ditangkap pihak aparat hukum.

Tak ingin terbawah arus persoalan tersebut, Rotty mengajak para civitas akademika Unima untuk lebih fokus pada tri dharma perguruan tinggi. Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat lebih utama.

“Seperti konsep Merdeka Belajar, “Kampus Merdeka” dan ini yang sementara diwujudkan melalui Kampus Unima,” ujar Rotty yang tak ingin larut dalam menanggapi persoalan tertangkapnya salah satu dosen Unima tersebut, Selasa (18/2/2020).

“Biarlah kami berkosentrasi pada peningkatan sumber daya manusia seluruh anak bangsa. Unima adalah rumah kami, rumah tempat membentuk karakter calon pendidik, calon peneliti, calon panutan bagi masyarakat,” lanjutnya didampingi Sekretaris Media Center Unima DR Ferol Warouw.

Lanjut ditambahkan Rotty, Unima terus berupaya menciptakan suasana belajar yang nyaman serta mendukung dalam iklim akademik yang tinggi.

“Di mana Merdeka Belajar; Kampus Merdeka menjadi fokus kita dalam upaya menuju Perguruan tinggi yang semakin berkwalitas dan maju,” tuturnya bersama pula DR Steven Taroreh dan DR Jeffry Lengkong.

Maka dari itu, lanjut Rotty mengungkapkan Unima adalah rumah kita dan tempat karakter mahasiswa dibentuk.

“Tak hanya itu, Unima melalui ipteks mampu berinovasi sehingga dapat menghasilkan lulusan yang berdaya saing, yang unggul kompetitif,” kunci Rotty diiyakan Ketua Aliansi Dosen Unima DR Jemmy Polii dan anggota DR Edwin Wantah.

Seperti diketahui sebelumnya, salah satu dosen Unima DS (48) diduga memfitnah Rektor Unima Julyeta PA Runtuwene dengan aksi-aksinya hingga berlanjut memposting di Media Sosial.

Akibatnya, DS diringkus aparat Polda Metro Jaya. Hal ini sesuai dengan pernyataaan yang disampaikan Kapolda Metro Jaya melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Selasa (18/2/2020).

Dimana menurutnya, DS disangka menyebar informasi hoax melalui akun Facebooknya yang menyebut ijasah sang rektor, palsu.

Tak hanya DS, diketahui pihak Polda Metro Jaya juga menangkap salah satu aktivis berinisial RR (47) yang bersama-sama dengan DS beberapa waktu lalu menggelar aksi demonstrasi di Jakarta. Aksi yang berisi pencemaran nama baik sang rektor berlangsung di depan Istana Negara, Ombudsman RI dan Kementerian Ritekdikti. Keduanya juga menyebarkan berita bohong yang menyebut ijazah sang rektor itu palsu melalui akun Facebook tersangka.

Berita terkait:

Polda Metro Jaya Ringkus Tukang Fitnah Rektor Unima

Jakas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here