Doa bersama Pemprov Sulut dan Tokoh Agama di Kantor Gubernur Sulut.(foto:istimewa) 

SULUTIMES, Sulut – Meminimalisir penyebaran Covid-19 atau Virus Corona di Sulut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut terus mengambil langkah antisipatif.

Di mana sejumlah kebijakan strategis yang telah diambil antara lain menggelar rapat terbatas (ratas) hingga tengah malam yang hasilnya memastikan instalasi kesehatan terkait dengan kesediaan ruang isolasi khusus pasien terkonfirmasi positif virus Corona, meliburkan kegiatan belajar mengajar dan lain-lainnya.

Hal ini merupakan bentuk keseriusan kepemimpinan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw bagi warga Sulut.

Bahkan Gubernur Olly dan Wagub Steven Kandouw dan Sekdaprov Sulut Edwin Silangen SE MS menyerukan dilakukan Gerakan Doa Bersama untuk mendoakan Bumi Nyiur Melambai Provinsi Sulawesi Utara agar terbebas dari Virus Corona, termasuk ikut mendoakan agar Indonesia dan dunia dipulihkan dari wabah wabah ini.

Seruan dan ajakan Gerakan Doa Bersama inipun dilakukan seluruh jajaran (ASN) Aparatur Sipil Negara dan Tenaga Harian Lepas (THL) lingkup Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sulut di Kantor Gubernur, Selasa (17/03/2020).

Tak lupa juga Para tokoh agama (ToGa), baik Kristen Protestan diwakili Ketua Sinode GMIM Pdt DR Hein Arina MTh, KH Abdul Wahab Abdul Gafur Lc (Islam), Art Merung (Katolik), mewakili agama Budha, dari agama Hindu, dan dari Kong Hu Chu yang ada dalam wadah Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) secara bergantian bersatu hati menaikkan doa bersama meminta belas kasihan Tuhan, agar Tuhan melindungi dan meluputkan Sulut dari ancaman maut Covid-19 dalam Gerakan Doa Bersama, Selasa 17 Maret 2020, di Pemprov Sulut digelar pada pukul 12.00 Wita.

“Tuhan lindungi dan luputkan Sulawesi Utara dari bencana virus Corona. Jaga dan berkati seluruh masyarakat agar dihindarkan dari serangan wabah,” kata Pdt Arina.b

Hal yang sama juga disampaikan para tokoh agama lainnya, yang juga meminta kepada Tuhan agar seluruh masyarakat Indonesia, Sulut khususnya maupun pemerintah dan tenaga medis yang berada di garda terdepan diberikan kesehatan dan hikmat, sehingga penyebaran Covid-19 dapat diminimalisir.

Tampak hadir sejumlah pejabat eselon II dalam doa bersama, yakni Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sulut, dr Kartika Devi Kandouw Tanos MARS, Kepala Dinas Dukcapil Sulut, dr Bahagia Mokoagow MKes, jajaran pejabat eselon II lainnya, beserta sejumlah eselon III, seluruh jajaran (ASN) Aparatur Sipil Negara dan Tenaga Harian Lepas (THL) lingkup Pemprov Sulut.

Gubernur Olly, sebelumnya telah mengajak masyarakat Provinsi Sulawesi Utara agar Berdoa Bersama memulihkan Sulut, Indonesia dan dunia dari Virus Corona.

Berikut, Seruan Doa Bersama yang disampaikan Gubernur Olly:

Salam Sejahtera bagi kita semua,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Om Swastyastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan,

Masyarakat Sulawesi Utara yang saya cintai, menyikapi Penyebaran Pendemi COVID 19 yang menjadi pergumulan serta persoalan Dunia dan Indonesia didalamnya Sulawesi Utara.

Saya menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu panik, mari selalu menjaga imunitas tubuh dengan berprilaku hidup sehat dan jangan ragu untuk memeriksakan diri ke pusat kesehatan apabila merasa sakit (demam, flu, batuk, dsb), serta untuk sementara waktu mari kita mengurangi kegiatan berkumpul dan menghindari keramaian (social distancing).

Di atas semua upaya tersebut saya mengajak kita semua senantiasa bersandar dan mengandalkan TUHAN ALLAH SANG PENCIPTA serta menyerukan mari kita mempersiapkan waktu untuk SEPAKAT BERDOA BERSAMA.

DOA Seluruh Lapisan Masyarakat dari Miangas sampai Pinogaluman, dari Semua Golongan Agama dan Kepercayaan.

BERDOA bagi Sulawesi Utara; bagi Bangsa Indonesia bahkan bagi Dunia meminta kepada TUHAN ALLAH SANG PENCIPTA semoga segera dilalukan dan dipulihkan dari Pendemi COVID 19.

Mari kita mulai GERAKAN DOA BERSAMA ini pada Besok Hari, Selasa 17 Maret 2020 pukul 12.00 Wita; dari rumah – rumah, dari tempat kerja dan dari tempat beraktivitas kita masing – masing. Berkenan ditandai dengan membunyikan Lonceng – Lonceng Gereja, Bedug Mesjid dan atau alat kelengkapan ibadah/doa sesuai Agama dan Kepercayaan masing – masing.

GERAKAN DOA BERSAMA ini selanjutnya tetap dilaksanakan secara berkelanjutan setiap waktu dan kesempatan yang di atur secara mandiri.

Kiranya TUHAN ALLAH SANG PENCIPTA berkenan mendengar, menyertai dan memberkati Torang Samua Ciptaan-Nya. AMIN

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Om Santih, Santih, Santih, Om,
Shadu-Shadu-Shadu,
Shaloom.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE

 

(ADVETORIAL DISKOMINFO SULUT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here