Terbesar se Indonesia Timur, Gubernur Olly Resmikan Laboratorium Biomolekuler Berstandar WHO

0
130
Gubernur Olly Resmikan Laboratorium Biomolekuler Berstandar WHO
Gubernur Olly Resmikan Laboratorium Biomolekuler Berstandar WHO./istimewa

SULUTIMES, Sulut – Janji Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey untuk menghadirkan laboratorium molekuler di Sulut dalam rangka mempercepat penanganan pandemi Covid-19 ditepati.

Buktinya, bertempat di Gedung Poliklinik Universitas Sam Ratulangi Manado, Jumat (11/9/2020), Gubernur Olly meresmikan laboratorium biomolekuler berstandar Biosafety Level 2 plus WHO terbesar se-Indonesia Timur yang mampu memeriksa sebanyak 1.000 sampel Covid-19 per hari.

“Jadi saya kira dengan berdirinya lab yang ada di Unsrat ini kita dapat mendeteksi dari awal pandemi ini penyebaran dimana mana. Kalau 5 mesin 1x mulai torang hidupkan sekaligus berarti per hari bisa 1000 torang dapat sampel dengan lab-lab yang lain bisa 4 ribu sampel sekaligus per hari bisa dapat hasil dari ini sehingga torang bisa melakukan di wilayah-wilayaj pandemi,” kata Olly usai meresmikan laboratorium biomolekuler Unsrat.

Disamping itu, Gubernur Olly juga mengapresiasi Sumber Daya Manusia (SDM) di laboratorium telah tersertifikasi internasional dan diakui oleh CDC US dan WHO.

“Terimakasih buat Ibu Rektor bersama jajarannya yang sudah berpartisipasi bersama pemerintah untuk melakukan kegiatan2 pencegahan Covid-19. Selain itu, kemampuan Sumber Daya Manusia yang ditempatkan di laboratorium biomolekuler telah diakui badan kesehatan dunia,” ungkap Olly.

Lebih lanjut, Gubernur Olly mengapresiasi sinergitas Pemprov Sulut bersama Unsrat dalam penanganan Covid-19 di Sulut. Ia juga kembali mengimbau seluruh masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19 serta terus membudayakan pola hidup sehat dan bersih, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Saya kira mari kita sama-sama menjaga hal seperti ini agar supaya Sulut terbebas dari hal-hal yang kita tidak inginkan bersama, karena ekonomi, kesehatan harus berjalan bersama sama, tidak ada yang lebih dulu karena kalau kita melakukan protap sangat ketat berdampak juga kepada kegiatan perekonomian di Sulut tetapi kalau kita cuma memikirkan ekonomi, dampaknya juga bisa kita lihat banyak hal yang bisa merugikan kesehatan kita,” tutup Olly.

Peresmian laboratorium biomolekuler turut dihadiri Sekdaprov Sulut Edwin Silangen, Rektor Unsrat Ellen Kumaat beserta civitas akademika.

 

Jakas/*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here