Bunaken Masuk UNESCO Biosphere Reserves, La Nyalla: Pariwisata Sulut Diakui Dunia

0
168
Bunaken Masuk UNESCO Biosphere Reserves
Kunjungan Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti di Sulut./istimewa

SULUTIMES, Sulut – Cagar Bunaken Tangkoko Minahasa merupakan ekosistem vulkanik yang memiliki keanekaragaman hayati bawah laut yang sangat kaya. Alam bawah laut Bunaken memiliki 390 spesies terumbu karang, 3.000 spesies ikan, spesies alga dan spesies rumput laut.

Bunaken juga setidaknya memiliki 40 spot menyelam yang membuatnya seolah menjadi surga para penyelam. Reruntuhan kapal Jerman yang kini sudah ditumbuhi terumbu karang memiliki keunikan tersendiri bagi penyelam.

Berdasarkan keunikan tersebut dengan kayanya ragam surga bawah laut ini, akhirnya Bunaken Tangkoko Minahasa resmi diakui oleh UNESCO sebagai UNESCO Biosphere Reserves atau Cagar Biosfer UNESCO.

Ini pun mendapat pujian dari Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti yang mendukung agar pariwisata di Sulawesi Utara (Sulut) semakin diakui dunia.

“Kita tahu Bunaken saat ini sudah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu Cagar Biosfer. Tentunya hal ini menambah nilai jual pariwisata yang ada di Sulawesi Utara,” ujar La Nyalla di Bandara Sam Ratu Langi Manado, Sulut, Minggu (15/11/2020).

La Nyalla pun mendorong pemerintah daerah di Sulut untuk kian menunjang destinasi wisata di daerahnya masing-masing. Apalagi dampak pandemi Corona, pariwisata menjadi salah satu sektor yang terkena imbasnya.

“Sosialisasikan kembali dan optimalkan pariwisata di Sulut, sehingga pada saatnya, setelah Pandemi ini mereda, kita siap bangkit dengan cepat. Karena memang akibat pandemi, pariwisata kita jadi lesu,” tutur La Nyalla.

Meski begitu, La Nyalla mengimbau agar pemda mempersiapkan infrastruktur pariwisata sebaik mungkin. Termasuk semua hal yang diperlukan untuk menunjang protokol kesehatan Covid. “Protokol kesehatan jangan sampai diabaikan. Pemda harus betul-betul mempersiapkannya,” jelas dia.

Ada banyak sekali destinasi wisata di Sulut. Selain Bunaken, ada Pulau Siladen yang masih berada di Kepulauan Bunaken, pulau-pulau indah di sekitar Manado. Ada juga Air Terjun Kima Atas, dan berbagai pantai yang luar biasa keindahannya,.

Selain destinasi wisata, La Nyalla pun menyebut kuliner di Sulut banyak yang bisa menarik wisatawan. Ia juga mendorong agar kuliner Sulut makin digemari dan dicari. “Pelaku UMKM bisa berinovasi dengan membuat produk makanan khas Sulut kemasan. Bisa dijual hingga ke luar negeri dengan teknologi pangan,” sebut La Nyalla.

“Ada Tinutuan, sambal Roa, Woku Blanga, Dabu-dabu yang semuanya mempunyai cita rasa Indonesia yang kaya rempah. Kita harus dukung agar bisnis kuliner di Sulut semakin berkembang lagi,” kata La Nyalla.

Setiba di Bandara, La Nyalla disambut empat Senator asal Sulut, Maya Rumantir, Stefanus BAN Liow, Cherish Harriette, dan Djafar Alkatiri. Tampak pula Sekda Provinsi Sulut Edwin Silangen dan Forkopimda, Kapolda Sulut, Pangdam XIII Merdeka, Kajati Sulut, Danlantamal serta Danlanudsri.

Tarian khas Minahasa, Kawasara, yang juga disebut Sakalele turut menyambut kedatangan LaNyalla bersama rombongan Senator dari beberapa provinsi yang mengikuti kunjungan kerja kali ini.

Diketahui, Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan PBB atau UNESCO menetapkan tiga cagar biosfer Indonesia, yaitu Bunaken Tangkoko Minahasa, Karimunjawa Jepara Muria dan Merapi Merbabu Menoreh sebagai UNESCO Biosphere Reserves dalam sidang International Coordinating Council of the Man and the Biosphere Programme pada 27-28 Oktober lalu.

Jakas/*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here