Hapsa W/KI GMIM, Wagub Steven Kandouw: Kaum Ibu Center dari Semua Kegiatan dalam Keluarga

0
7
Hapsa W/KI GMIM, Wagub Steven Kandouw: Kaum Ibu Center dari Semua Kegiatan dalam Keluarga
Hapsa W/KI GMIM, Wagub Steven Kandouw: Kaum Ibu Center dari Semua Kegiatan dalam Keluarga./istimewa

SULUTIMES, Sulut – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw menyampaikan turut berduka cita atas kecelakaan rombongan Wanita/Kaum Ibu (W/KI) dari Winenet Bitung di ruas jalan Leilem dan Sonder.

Diketahui, para korban tersebut akan mengikuti Ibadah Raya Hari Persatuan Wanita/Kaum Ibu (Hapsa W/KI) Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Tahun 2023 dipusatkan di Wilayah Tombatu Timur Kabupaten Minahasa Tenggara, pada Jumat 26 Mei 2023.

“Saya menyatakan simpati dan empati kepada rombongan W/KI dari Winenet Bitung yang mengalami kecelakaan di ruas jalan Leilem dan Sonder. Semua kehendak Tuhan adalah baik adanya. Dan kita doakan supaya keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan kuat dalam menghadapi cobaan ini,” tuturnya mengawali sambutannya pada Hapsa W/KI Sinode GMIM tersebut.

Wagub Sulut Steven Kandouw meyakini suksesnya Hapsa W/KI Sinode GMIM tak lepas dari peran Roh Kudus.

“Saya percaya Roh Kudus hadir di tengah-tengah kita semua. Baik buruk acaranya lebih kurang, pasti Roh Kudus hadir di acara tahunan yang luar biasa,” tukasnya.

Wagub Steven Kandouw yang mewakili Gubernur Olly Dondokambey memberikan apresiasi kepada W/KI GMIM yang telah memberikan kontribusi. Di mana Sulut dengan jumlah penduduk 2,6 juta, terdapat 900 ribu merupakan warga GMIM, dan setengahnya adalah WKI.

“Kontribusi sumbangsih dari GMIM yang antara lain adalah W/KI sangat kami rasakan selama jalannya pemerintahan di Sulut. Selama ini kita boleh melihat bahwa semua program pemerintah, warga GMIM telah memberikan kontribusi yang baik. Contoh, dalam pelaksanaan Covid-19 protokol, fakta membuktikan bahwa komunitas GMIM adalah komunitas yang paling signifikan memberikan bantuan sehingga Sulut menjadi salah satu daerah yang sukses menghadapi Covid-19,” ungkapnya.

Wagub Kandouw juga menyampaikan W/KI GMIM terus berkiprah dan berperan aktif.

“Teruslah memberi diri dalam kehidupan rohani, aktif dalam kegiatan-kegiatan W/KI karena ada pepatah yang mengatakan di balik laki-laki yang sukses ada wanita yang kuat. Saya sampaikan lebih dari itu, bukan hanya di balik laki-laki yang sukses tetapi di balik keluarga yang sukses ada wanita yang kuat,” tandasnya.

Kaum ibu, sebut Wagub Kandouw adalah center dari semua kegiatan dalam keluarga. “Keluarga akan sukses dan berhasil karena peran serta ibu-ibu,” ujarnya.

Wagub Kandouw juga mengingatkan tiga poin penting yang merupakan isu-isu di Sulut, yang sangat memerlukan bantuan ibu-ibu.

Pertama, adalah masalah stunting, bahwa secara nasional, stunting masih 17 persen. Artinya dari 100 orang ada 17 yang stunting.

“Di Sulut, puji Tuhan kita berhasil menurunkan dari 15 jadi 14 persen. Kenapa Presiden Jokowi selalu mengingatkan stunting ini, karena stunting ini sangat mempengaruhi dengan intelegensia, dengan kepandaian dengan kemampuan manusia untuk menghadapi sesuatu. Orang kalau stunting akan kurang mengaplikasikan sensorik dan motoriknya apalagi intelegensianya. Bayangkan kalau 100 juta ada 17 juta orang yang seperti ini. Sangat berbahaya,” tegasnya.

PBB, lanjut Kandouw, telah menetapkan angka stunting normal itu 7 persen. Indonesia masih 17 persen, Sulut 15 persen.

“Bagaimana menurunkannya, ibu-ibulah yang menentukan gizi buat anak-anaknya. Ibu-ibu yang menentukan untuk menyampaikan kepada generasi untuk jangan kawin di bawah umur, jangan punya anak di bawah umur. Karena itu berpotensi stunting. Mari kita antisipasi stuting ini,” tuturnya

Kedua, sambung Wagub SK, adalah toxic people, survei membuktikan di antara 100 orang di Indonesia pada 10 tahun lalu, terdapat 5 orang aneh-aneh. Sekarang dari 100 orang 7 yang aneh-aneh. Survei juga membuktikan 10 tahun lalu, dari 100 ada 4 orang yang berpikiran negatif. Sekarang di antara 100 orang, ada 8 orang yang berpikir negatif yang istilahnya toxic atau racun di dalam masyarakat.

“Orang-orang ini selalu berpikir negatif tidak boleh melihat keberhasilan orang, iri dan dengki. Kalau sekarang orang toxic ini bisa memuat pendapatnya di medsos. Toxic people ini ada 8 orang di antara 100 orang. Untuk itu, mari torang sama-sama atasi ini. Ibu-ibu harus berperan,” tandasnya.

Ketiga, jelas Kandouw adalah masalah inflasi. Di mana benang merahnya dengan kemiskinan. Tercatat, standar upah di Sulut terdapat 3,4 juta. “Bayangkan dari jumlah tersebut 500 ribu, 10 persen lebih habis untuk rokok. Ibu-ibu juga harus mampu mengingatkan suami dan anak-anak tidak usah merokok. Karena ini meningkatkan inflasi kita,” imbaunya.

Terkait inflasi Sulut yang dipicu rica atau cabai, Kandouw mengingatkan untuk melaksanakan program Marijo Bakobong.

“Kalau rica naik pasti inflasi naik. Karena fakta membuktikan dari 3,4 juta pendapatan masyarakat Sulut, kadang-kadang 600 ribu habis untuk beli rica, itu hampir 20 persen. Kenapa tidak tanam sendiri. Pak Gubernur ingatkan Marijo Bakobong, termasuk konsumsi beras kita,” katanya sembari menambahkan di Kabupaten Sangihe sudah dicanangkan hari tanpa beras.

“Hari Jumat tidak makan beras, karena beras juga penyumbang inflasi dan penyumbang tingkat kesehatan karena indeks glikemiknya tinggi mari sama sama lakukan hari tanpa masi untuk jaga kesehatan,” sebutnya.

Di akhir kata, ia mengatakan agar W/KI GMIM menjadi seperti Ester, salah satu tokoh Alkitab yang telah menempatkan mahkota bagi suami dan penyelamat bagi bangsanya.

“W/KI jadilah mahkota dan penyelamat bagi bangsa. Jadilah pelita dan garam bagi keluarga, gereja dan negara,” pungkasnya.

Ketua WKI Sinode GMIM Penatua Dra Ny Fenny Ch Roring-Lumanauw SIP, menyampaikan apresiasi atas peran seluruh WKI GMIM yang turut mendukung kegiatan.

Fenny yang adalah Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa mengatakan, pelaksanaan Hapsa W/KI akan dilaksanakan hingga Sabtu (27/5/2023).

Dalam rangkaian Hapsa W/KI tersebut, dilaksanakan lomba senam Sicita, gerak jalan, wisata kuliner non beras, serta kegiatan lainnya yang diikuti 146 wilayah.

Turut hadir, Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap, yang juga Panglima Panji Yosua, Pdt Jeffry Saisab yang mewakili Ketua Sionode GMIM yang menyampaikan kotbah, Wabup Minahasa Robby Dondokambey, Wabup Mitra Jooke Legi.

Jakas/*

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini