Digital Hunter, BIFI dan MUAnado Wakili Manado di Ajang 1000 Startup Digital

0
22

SULUTIMES, Manado – Tidak terasa tahapan gerakan nasional 1000 startup digital yang bermula dari Ignition, Workshop hingga hacksprint, pada Minggu 12 Desember 2021 telah sampai pada tahap bootcamp.

Dengan penuh antusias, Regional Officer Manado Lady Giroth dan Leyne Sagay, melaksanakan Pitching Day bersama dengan 7 tim yang tetap bertahan melewati tahap sebelumnya dari total pendaftar awal sejumlah 5.000 lebih peserta. 7 tim yang bertahan tersebut diantaranya Karkoon, Digital Hunter, MUAnado, Demaena, Bank Darah, BIFI dan SURAT.

Setelah peserta melakukan presentasi terkait solusi yang dapat menjadi ide bisnis, ketiga Juri yakni Michella Irawan (Outreach Ambassador Nexus), Julianus Barthen (Kepala JNE Manado), serta Andrew Palit (Stafsus Wakil Walikota Manado) akhirnya memutuskan peserta-peserta terbaik dalam bootcamp ini, yakni Digital Hunter sebagai terbaik pertama, lalu diikuti BIFI di urutan kedua dan MUAnado diurutan ketiga. Juri juga memberikan penghargaan kepada salah satu anggota tim Digital Hunter yakni Indah sebagai Best Presenter, dan Bank Darah yang menyabet penghargaan Ide Terbaik.

Mewakili peserta, Rina Taghulihi selaku founder MUAnado mengaku tidak menyangka timnya bisa terpilih sebagai tim terbaik ketiga karena ide peserta lain tidak kalah luar biasa. Namun disisi lain dirinya mengaku bersyukur karena kerja keras seluruh timnya tidak sia-sia. “Puji Tuhan boleh lolos, padahal awalnya sempat kuatir karena teman-teman yang lain idenya tidak kalah keren bahkan sangat menginspirasi. Berarti ini jadi PR untuk bekerja lebih keras dari sebelumnya” pungkas mahasiswa semester akhir itu.

Di tempat berbeda, Lady Giroth mengaku sangat senang dan bangga karena tim yang bertahan sampai saat ini benar-benar telah melakukan yang terbaik dan tidak menyia-nyiakan setiap ilmu yang dibagikan selama mentoring.

“Luar biasa semangat mereka, dari awalnya pendaftar lebih dari 5000, namun dengan seleksi ketat hanya 7 tim yang berhasil lolos dan menunjukkan effort yang luar biasa. Semoga prestasi mereka tetap dikembangkan kedepannya” ujar Giroth.

Marchella Irawan, salah satu dari ketiga juri juga mengatakan hal yang sama kepada para peserta, bahwa usaha dan kerja keras yang dikeluarkan tidak akan sia-sia, oleh karena itu peserta perlu benar-benar memahami value yang dimiliki dari ide mereka.

Andrew menambahkan, bahwa kualitas suatu tim di uji dari kekompakan setiap anggota. Dirinya berharap agar setiap peserta yang lolos tetap menjaga solidaritas tim, karena tim yang bekerja bersama-sama pasti mampu menyelesaikan misi yang berat.

Hal itu diperkuat oleh Kepala JNE Manado, Julianus Barthen yang menyemangati serta memotivasi peserta bahwa untuk mencapai sesuatu yang besar, dimulai dari hal kecil, dan untuk memulai hal kecil itu, peserta harus menepiskan keraguan yang besar.

Bootcamp yang berlangsung sekitar 2 jam sejak pukul 15.00 WITA melalui Zoom Meeting tersebut, ditutup dengan motivasi dari Leyne selaku MC sekaligus RO Manado, dirinya mengatakan bahwa, tidak ada hasil yang mengkhianati usaha. Kerja keras tim untuk memberikan ide sebagai solusi atas masalah di tengah masyarakat sangat berperan penting dalam peradaban era ini. “Torang samua pasti boleh, kalo torang optimis dan tetap berjuang” tutup Leyne.

 

(*/Jo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here