Polres Bitung Ringkus Dua Pelaku Kasus Panah Wayer

0
77
Kedua tersangka bersama babuk saat diamankan di Polres Bitung.(ist)

SULUTIMES, Bitung – Polres Bitung melalui Kasat Reskrim AKP Taufiq Arifin SHut SIK, menyampaikan pengungkapan dan penangkapan terhadap tersangka DSK alias Delvin (17) warga Kelurahan Girian Weru Dua dan JRR alias Jojo (16) warga Kelurahan Girian Indah yang melakukan tindak pidana penganiayaan dengan menggunakan sajam jenis panah wayer, bertempat di Makopolres Bitung, Sabtu (27/7/2019).

Berdasarkan laporan polisi nomor: LP/428/VII/2019/Res-Btg, tanggal 6 juli 2019 yang dilaporkan oleh tante korban bernama Herlina Kadir, tersangka Delvin diamankan di rumahnya kamis, 25 juli 2019, jam 10.30 wita, di Kelurahan Girian Weru Dua, Kecamatan Girian, Kota Bitung dan tersangka Jojo diamankan kamis, 25 juli 2019, jam 10.45 wita, di tempat kos temannya di Girian.

Melalui pers release, Taufiq menjelaskan motif kejadian ini karena tersangka dendam terhadap korban yang mengejarnya dengan pisau.

“Dimana pada waktu kejadian, kedua tersangka yang saat itu berboncengan terlibat selisih paham pertigaan RSUD Manembo nembo, dimana korban bersama temannya berboncengan mengejar kedua tersangka menggunakan sajam jenis badik,” jelas Taufiq.

Berdasarkan hasil BAP Taufiq mengatakan, pada hari sabtu 6 juli 2019, sekitar jam 05.00 wita tersangka Jojo dan Delvin berboncengan melewati jalan pertigaan dekat RSUD Manembo nembo, tiba tiba ada tiga orang berboncengan dari arah berlawanan salah satunya korban Muktar, sebelumnya kedua tersangka tidak kenal dengan korban dan dua orang temanya itu, kemudian korban menegur, memanggil kedua tsk dengan perkataan “wey ces” lalu tsk jawab “kyp ces”, tiba tiba korban Muktar turun dari motor, saat sudah mendekati kedua tsk, korban mencabut sajam jenis badik dengan maksud akan menikam tsk, namun saat itu kedua tsk langsung melarikan diri meninggalkan korban bersama dua orang temannya itu.

Lanjutnya, kedua tsk menuju ke rumah Delvin dan mengambil 6 buah mata panah wayer dan dua pelontar, lalu kedua tsk membagi dan memegang masing masing barang tersebut, setelah itu kedua tsk mencari korban dengan sepeda motor, dan akhirnya kedua tsk menemukan korban sendirian berada di bengkel tampal ban di kelurahan Girian atas, Kecamatan Girian, dekat jembatan Girian.

Setelah bertemu, tsk Jojo turun dari motor dan langsung mencabut mata panah dan pelontarnya, dan mengarahkannya ke korban, dari jarak kurang lebih 2 meter sehingga tepat mengenai dada, selanjutnya tsk Delvin turun dan bertanya kepada korban “ngana kang amper tikam pa kita” dan korban menjawab “bukang kita, kita pe teman”, lalu tsk Delvin mendekati korban dan menendang korban di bagian lengan kiri, selanjutnya mencabut mata panah dan pelontarnya dari pinggang lalu mengarahkannya ke korban, dari jarak kurang lebih 3 meter, sehingga tepat mengenai bagian leher korban, selanjutnya kedua tsk meninggalkan korban di bengkel dengan posisi mata panah wayer tertancap di bagian dada dan leher, setelah melakukan penganiayaan mereka menuju arah pusat Kota Bitung dan langsung pulang ke rumah masing masing.

Barang bukti yang di sita 4 buah mata panah wayer dengan rumbai tali rafia satu warna hijau, tiga warna hitam disita dari dalam rumah tsk Delvin di kelurahan Girian Weru Dua, Kecamatan Girian, Kota Bitung, 1 unit motor honda beat warna biru putih DB 3869 C.

Untuk dua buah pelontar yang digunakan sudah hilang tercecer, untuk dua buah mata panah wayer yang tertancap di dada dan leher korban dengan rumbai hijau dan hitam sekarang ini berada di RS Kandou Manado dan akan diambil.

“Tidak dilakukan tindakan tegas dengan cara memberikan timah panas, selain mereka belum pernah terkena kasus tindak pidana, kedua tsk masih tergolong anak dibawah umur. Adapun mereka dijerat dengan Pasal 351 KUHP dan pasal 2 ayat 1 UU DRT no 12 tahun 1951,” pungkasnya.

 

Ronny/Jakas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini