Diduga PT Tridjaya Motor Kotamobagu Rugikan Konsumen

0
202
Kantor PT Tridjaya Motor Kotamobagu.(sulutimes)

SULUTIMES, Bolmong – Mendapatkan jaminan rasa aman dan kenyamanan saat bertransaksi kendaraan bermotor melalui sebuah dealer resmi tentu menjadi harapan setiap orang. 

Namun sayang, hal ini justru berbanding terbalik dengan yang dialami sejumlah konsumen motor Honda yang dibeli melalui PT Tridjaya Motor Kotamobagu.

Menurut penuturan salah satu Konsumen Trijaya Motor asal Lolak, pihaknya merasa dirugikan karena sejak di beli dari akhir tahun 2018 silam, pihak Tridjaya Motor sampai saat ini tidak pernah menyerahkan Surat Tanda Naik Kendaraan (STNK). Akibatnya, selama berkendaraan dirinya selalu berurusan dengan pihak kepolisian.

“Kami sudah beberapa kali mengeluarkan hal ini kepada pihak Tridjaya Motor, namun pihak dealer Honda itu seolah melempar tanggung jawab dan malah menyuruh saya untuk menuntut hal itu kepada salah satu karyawanya yang katanya memang lagi bermasalah,” keluh salah satu konsumen bernama Bombom, Kamis (8/8/2019).

Ia juga menyebutkan kalau plat nomor motor yang diserahkan oleh pihak dealer kepadanya juga patut dipertanyakan sebab di kampung tempat tinggalnya ada dua motor lainya juga memiliki plat yang sama.

“Kami melakukan transaksi dengan Karyawan resmi PT Tridjaya. Sehingga sebagai perusahaan yang profesional yang mengutamakan kenyamanan pelayanan tentu tidak sepantasnya melempar tangung jawabnya kepada karyawan, karena kami konsumen tidak ada urusan dengan masalah internal dealer. Dan faktanya juga karyawan yang melayani kita bertransaksi adalah karyawan resmi,” sebut pemuda bertubuh besar ini dengan nada kesal.

Hal yang sama juga diungkapkan konsumen Tridjaya Motor lainya di mana usai menyelesaikan transaksi dengan pihak PT Tridjaya Motor melalui karyawanya, dirinya begitu kesulitan untuk mendapatkan dokumen kepemilikan kendaraan.

Parahnya lagi, kendaraan baru sebagaimana yang dia harapkan justru terindikasi kuat adalah motor bekas alias Seken.

“Kami menaruh curiga jika kendaraan tersebut bukan kendaraan baru. Karena selain terdapat lecet bekas benturan pemakaian di body kendaraan, plat nomor yang diserahkan juga ternyata plat keluaran Januari 2019. Sementara, transaksinya baru dilakukan Juni 2019,” terang sumber resmi yang minta namanya untuk tidak diberitakan.

Tak sampai di situ saja kata sumber, sadar dengan kesulitan yang sedang dihadapi, pihaknya pun mendatangi kantor Tridjaya Motor di Kotamobagu guna meminta penjelasan akan hal yang dialaminya.

Namun pihak Tridjaya Motor nampaknya kurang menunjukan inisiatifnya dalam memberi solusi.

“Kami terpaksa dipusingkan dengan harus bolak-balik mengurus dokumen kendaraan yang hampir tiga bulan ini masih belum ada kejelasan,” terang Wanita berkaca mata ini.

Secara terpisah, Andi selaku penanggung jawab PT Tridjaya Motor Kotamobagu saat dikonfirmasi mengenai hal itu beberapa waktu lalu, juga mengakui kalau memang salah satu karyawanya memang lagi bermasalah lebih khusus yang ditempatkan di pos pelayanan di Lolak.

“Kita tetap akan upayakan dokumen para konsumen yang motornya memang terlibat masalah. Tapi memang harus bersabar karena butuh proses yang bisa jadi memakan waktu dalam beberapa bulan kedepan,” jelasnya.

 

Adri Paputungan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini