Tarsius Polres Bitung Ringkus Pelaku Spesialis Pembobol Rumah

0
98
Jab saat ditangkap Tim Tarsius.(ist)

SULUTIMES, Bitung – Tim Tarsius di back up tim Laba-laba Polres Bitung mengungkap dan menangkap tersangka kasus pencurian.

JG alias Jab (46) warga Desa Wineru, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, ditangkap Tim Tarsius, Sabtu (17/8/2019).

Jab ditangkap atas laporan aksi pencurian di rumah salah satu ASN di Kelurahan Pinokalan, Lingkungan III, Rt 06, Kecamatan Ranowulu tanggal 06 Agustus 2019 lalu.

“Penangkapan dipimpin Ipda Tuegeh D Darus di lahan perkebunan cengkih Desa Rerer, Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa,” ujar Kasat Reskrim Polres Bitung, AKP Taufiq Arifin SIK, Minggu (18/8/2019).

Menurut Taufiq, Jab merupakan pelaku spesialis pencurian pembobolan rumah di malam hari dan diduga menggunakan jimat atau pokos-pokos saat beraksi.

“Dari informasi, Jab memiliki jimat yang digunakan setiap beraksi sehingga para korban tidak sadar atau terbangun saat rumah mereka dibobol,” katanya.

Jab sendiri kata Taufiq, adalah residivis kasus pencurian dan penganiayaan. Tahun 2013 ditahan di rutan Polsek Matuari dengan kasus pencurian dan penganiayaan.

“Dia juga pernah menghuni Lapas Kelas IIB Bitung dengan kasus pencurian,” katanya.

Adapun kronologi Jab membobol rumah ASN di Pinokalan menurut Taufiq, sekitar pukul 02.15 Wita, dirinya merusak pintu dapur kemudian mencongkel plafon dan masuk ke ruangan tamu.

Anehnya, kendati Jab masuk ke dalam rumah melewati plafon, namun pemilik tidak terbangun sama sekali sehingga dirinya begitu leluasa menggasak barang-barang berharga dan uang tunai yang ditaksir Rp15jutaan.

Dari hasil pencuriannya, Jab berhasil membawa kabur sejumlah barang elektronik diantaranya, dua buah laptop merk Azus 14″ warna abu-abu dan warna hitam, satu buah HP VIVO V9 warna merah, satu buah Polpet warna putih, satu buah HP Vivo X5 Pro warna putih, satu buah HP merk Hamer, satu buah HP merk Redmi warna putih, satu buah HP merk Samsung kecil, satu buah HP OPPO type yoyo warna hitam serta satu HP gran duo warna putih.

Selain itu, juga ada satu buah tab Advan, satu buah HP OPPO, dua buah Hardish, satu buah jam tangan merk Romex, satu buah jam tangan merk Romex, satu buah tas carier warna hitam, satu buah dompet berisi surat-surat penting, dompet berisi uang tunai Rp 400.000 dan uang tunai Rp 1.500.000 di dalam lemari.

“Saat akan ditangkap, tersangka berusaha kabur dan melawan ketika diminta untuk menunjukkan barang bukti yang sebagian sudah dijual. Tersangka dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke 3e KUHP Sub Pasal 362 KUHP,” pungkasnya.

 

Ronny Waworuntu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini