Kuliah Umum IAIN, Menag Hakim: Pentingnya Pengembangan Moderasi Beragama di PT

0
4
Orasi Menag RI Lukman Hakim Syaifuddin di Kuliah Umum IAIN.(ist)

SULUTIMES, Pendidikan – Kita patut menghaturkan rasa syukur karena hingga saat ini Kementerian Agama terus mengalami perubahan, tandanya kita ini dinamis ke arah yang lebih baik.

Ungkapan ini mengawali orasi Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin pada Kuliah Umum yang digelar di pelataran IAIN Manado, Selasa (17/9/2019).

“Perubahan yang dimaksud, pertama hampir setiap tahun selalu dijumpai adanya bangunan baru dan ini pertanda kita terus berbenah dalam melayani. Kedua, dengan hadirnya mahasiswa baru setiap tahun menandakan kita juga terus berkembang,” ujar Lukman di hadapan para civitas akademika IAIN.

Kuliah Umum yang bertajuk Peran Perguruan Tinggi (PT) Islam dalam Pengembangan Moderasi Beragama di Indonesia ini yang dirangkaian sebagai pembinaan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama khususnya dijajaran IAIN Manado, Lukman menyampaikan kepada seluruh ASN bahwa kita ini disatukan dengan adanya kata “negara”, dan mengajak untuk lebih memahami esensi dari negara kita sendiri.

“Selain itu, pentingnya pula bagi ASN memahami kekhasan negara Indonesia itu sendiri, yakni selain kemajemukan dengan etnis dan bahasa yang sangat beragam, Indonesia dikenal pula sebagai negara yang sangat agamais, menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual. Indonesia tidak bisa dipisahkan dengan Agama. Hal ini dapat dilihat dengan munculnya lembaga-lembaga pendidikan yang berbasis keagamaan dan tumbuh subur berbagai ormas-ormas keagamaan yang sulit ditemui di negara lain,” ungkapnya.

Namun, tambah Lukman, Agama atau pemahaman keagamaan seperti apakah yang perlu kita jaga dan pelihara?. Pertanyaan ini dimunculkan dengan harapan semoga kita tidak tergelincir pada pemahaman yang berlebih-lebih dan cenderung ekstrim. Pentingnya menjaga pemahaman keagamaan tetap pada jalannya yang moderat, wasathan, pemahaman keagamaaan yang tidak condong keberpihakannya ke  satu paham keagamaaan saja. Moderasi Beragama artinya harus selalu mengajak ke tengah dan memiliki wawasan yang cukup serta tahu tafsir-tafsir ekstrim itu ada dimana.

“Tidak ada tafsir tunggal pada kitab suci, hampir semua memiliki perspektifnya sendiri. Saya contohkan kata Hijrah/Berhijrah yang sering diklaim maknanya secara sepihak dengan tampilan berlebih dan merendahkan kelompok selain dirinya dan lebih tragisnya lagi ada yang tega memutuskan silaturrahmi,” aku Lukman.

“Kepada segenap ASN sekali lagi belai berpesan bahwa dari keragaman paham kegamaan yang ada di tanah Air kita, tidak boleh ada yang dapat meruntuhkan kesepakatan hidup bernegara, agama hadir dlam hidup kita bangsa Indonesia adalah untuk menertibkan. Jangan sampai ada yang mengatasnamakan agama untuk mengacaukan ketertiban,” pintanya.

Di akhir kuliahnya, Lukman Hakim Syaifuddin kembali menitipkan sejumlah bangunan yang telah diresmikan bahwa yang dibangun itu adalah fisik, menjadi tugas kita semua untuk memberikan roh/ jiwa pada bangunan itu, cara kita merawatnya adalah bagaimana kita memanfaatkannya.

Sementara itu, Kasubag Kepegawaian IAIN Manado yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia pada Kuliah Umum tersebut Adjan Rondonuwu mengatakan apa yang disampaikan Bapak Menteri Agama sangat sejalan dengan visi IAIN Manado Menjadi Perguruan Tinggi Islam yang Bermutu dan berbasis Multikultural.

“Serta salah satu dari misinya adalah Menyelenggarakan kegiatan keislaman yang Moderat dan lintas agama,” ujar Rondonuwu.

Diketahui, Kuliah Umum Menteri Agama Lukman Hakim Syaiffudin disela-sela kunjunganya ke Sulawesi Utara dalam rangka membuka Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Nasional dimana Kementerian Agama Wilayah Sulut ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara serta sekaligus meresmikan pengoperasian Gedung Madrasah Aliyah Kejuruan di Kotamobagu serta Gedung Terpadu di IAIN Manado.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Jenderal Pendidikan Agama Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Kamaruddin Amin, Rektor IAKN Manado Jeane M Tulung, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara Abd Rasyid Gandon dan para tokoh masyarakat dari berbagai elemen dan ormas keagamaan.

 

Jakas

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here