Pemprov Sulut Jabarkan 8 Poin Strategi Antisipasi Penyebaran Covid-19 Varian Omicron

0
18
Pemprov Sulut Jabarkan 8 Poin Strategi Antisipasi Penyebaran Covid-19 Varian Omicron
Pnj Sekprov Sulut Asiano Gammy Kawatu./istimewa

SULUTIMES, Sulut – Pemerintah Provinsi sangat serius melakukan tindakan pencegahan penyebaran virus covid – 19. Terlebih lagi dengan adanya varian baru yaitu Covid-19 B.1.1.529 atau Omicron di wilayah Provinsi Sulut.

Terbukti, Rabu (5/01/2022), Pemprov Sulut melaksanakan Rapat Evaluasi Pelaksanaan Langkah/Upaya Penanganan Covid-19 Tahun 2021 serta Pemantapan Kebijakan di Tahun 2022, yang dipimpin Sekertaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulut, Asiano Gammy Kawatu di ruang rapat FJ Tumbelaka Kantor Gubernur Sulut.

Hadir dalam rapat tersebut Asisten I Setdaprov Denny Mangala, Kadis Kesehatan Sulut Debie Kalalo, Jubir Satgas Covid-19 Sulut Steven Dandel.

Sekprov Kawatu dalam penjelasannya mengatakan bahwa laporan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes), merupakan hal yang tepat guna dalam mendukung upaya pemerintah untuk melakukan edukasi maupun memberi himbauan kepada masyarakat terkait antisipasi Omicron kedepannya.

“Pentingnya koordinasi, sinkronisasi, validasi dan aktualisasi data terkait penanganan Covid-19 khususnya terkait data vaksinasi. Di tahun 2022 ini kita akan menjalankan poin 8 strategi arahan Mendagri guna mengantisipasi lonjakan varian Omicron yang diprediksi terjadi pada akhir Januari atau awal Februari tahun ini,” jelas Kawatu.

Disebutkannya pula bahwa beberapa hal yang menjadi hasil rapat tersebut antara lain, menyiapkan laporan evaluasi penanganan Covid-19 tahun 2021 Pemprov Sulut yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat, serta menerapkan langkah-langkah antisipatif gelombang ketiga Covid-19 dengan mengacu pada instruksi Mendagri.

“Kita juga perlu untuk terus melakukan sosialisasi 5M dan program vaksinasi kepada masyarakat dan harus selalu diingatkan ke pemerintah kabupaten/kota, termasuk dalam persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100%, lewat pemberian vaksin bagi anak usia 6–11 tahun,” ungkapnya.

“Hasil rapat kemudian akan kita laporkan kepada pimpinan, pak Gubernur Olly Dondokambey dan pak Wakil Gubernur Steven Kandouw, lalu kemudian akan diteruskan kepada jajaran Forkopimda yang menjadi bagian Satgas Covid-19,” tandas Sekprov Kawatu.

Terkait sejumlah hal evaluasi penanganan Covid-19 di tahun 2021 di Provinsi Sulut, mulai dari tren pertambahan kasus, tren keterisian ruang rawat inap, hasil screening, hingga capaian kumulatif vaksinasi Covid-19 yang di akhir tahun 2021 berada di atas 70 persen. Selain itu, dijabarkan 8 poin strategi antisipasi varian Omicron yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri, antara lain yaitu :

1. Penerapan protokol kesehatan 5M, utamanya penggunaan masker dan menghindari kerumunan;
2. Pengetatan kedatangan dari luar negeri dan himbauan untuk tidak bepergian ke luar negeri;
3. Penegakkan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi;
4. PPKM berbasis level dan mikro;
5. Kesiapan rumah sakit dan tempat isolasi terpusat;
6. Mengintensifkan tracing dan testing;
7. Mempercepat capaian vaksinasi; dan
8. Mempercepat riset Omicron.

Jakas/*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here