Ujung Tombak Pemdes, Kumtua se Minahasa dan Minut Dibekali Program PDIP

0
145
Kumtua se Minahasa dan Minut Dibekali Program PDIP
Ujung Tombak Pemdes, Kumtua se Minahasa dan Minut Dibekali Program PDIP./sulutimes-edit

SULUTIMES, Sulut – Program Pembangunan Digitalisasi Informasi Pemerintah (PDIP) yang baru saja dicetuskan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw terus disosialisasikan oleh Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (DKIPS) Sulut.

Kali ini, yang menjadi sasaran sosialisasi program PDIP, para Kepala Desa atau Hukum Tua (Kumtua) dari Kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara (Minut) yang berlangsung di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Rabu (2/2/2022) dibuka oleh Sekprov Sulut Asiano Gamy Kawatu.

“Program ini nantinya akan sangat membantu pemerintah, khususnya Pemprov Sulut dalam percepatan pembangunan ke seluruh pelosok desa. Di mana, percepatan tersebut harus didukung dengan informasi yang cepat, sehingga progres pembangunan di desa dapat lebih terpantau,” ucapnya.

Sekprov Kawatu menambahkan, kegiatan ini memang diprioritaskan untuk para Kumtua, karena Kumtua sebagai ujung tombak pemerintah di desa. Untuk merancang dan mempersiapkan pemerintahan berbasis elektronik, Kumtua sebagai ujung tombak serta peran desa sangat penting. Sebab muara dari pembangunan daerah terletak di pedesaan. Untuk itu, harus memahami interkoneksi, sehingga sinergitas antara pemerintah desa dan pemprov bisa berjalan agar tidak terpinggirkan.

“Untuk sosialisasi awal, dipilihlah Kumtua dari dua kabupaten. Yakni Minahasa dan Minut. Karena sesuai data, kedua kabupaten ini banyak menciptakan desa maju dan mandiri,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Persandian dan Statistik Sulut, Evans Steven Liow yang turut menjadi pemateri mengatakan di era digitalisasi saat ini, akses internet adalah tuntutan. Sehingga nantinya Kumtua harus lebih paham memakai internet.

“Saat ini ketersediaan akses internet sangat diperlukan. Sehingga kesiapan desa untuk menerima program baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, bisa terakomodir.

Selain internet, lanjut dia, nantinya di setiap desa harus diperlengkapi dengan Call Center, serta harus tersedia pusat data desa sehingga potensi pariwisata bisa diakses ke tingkat nasional dan bahkan ke tingkat internasional.

“Selain itu program ini juga bisa mengontrol terealisasinya dana desa,” paparnya.

Liow menambahkan, program ini juga atas ide brilian dari Gubernur Olly Dondokambey bersama Wakil Gubernur Steven Kandouw untuk memajukan Daerah Sulut lebih hebat, sehingga percepatan pembangunan bisa lebih terarah di masa yang akan datang.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Daerah Sulut Jemmy Kumendong.

Jakas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini