Kolaborasi Kemensos-Dinsos Sulut Sukses Gelar Pembentukan Kampung Siaga Bencana di Sangihe dan Sitaro

0
20
Kolaborasi Kemensos-Dinsos Sulut Sukses Gelar Pembentukan Kampung Siaga Bencana di Sangihe dan Sitaro
Kadis Sosial Sulut dr Rinny Tamuntuan

SULUTIMES, Sulut – Kementerian Sosial RI dan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Utara melaksanakan Pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Desa Bukide Kecamatan Nusa Tabukan Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kelurahan Bahoi Kecamatan Tagulandang Kabupaten Kepulauan Sitaro, untuk meminimalisir terjadinya bencana di daerah kepulauan, dan di support oleh Dinas Sosial Kabupaten masing-masing.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak 19 April sampai 21 April 2022 ini dirangkaikan dengan Tagana Masuk Sekolah dan (TMS) dan Penyerahan Logistik Lumbung Sosial.

Untuk kegiatan KSB di Kecamatan Nusa Tabukan hadiri Tim Penanganan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos RI, Bupati Sangihe Jabes Gaghana, Kadis Sosial Provinsi Sulut dr Rinny Tamuntuan. Sementara itu di Kecamatan Tagulandang, selain dihadiri Tim Kemensos, Bupati Sitaro yang di wakili Asisten III, Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Sulut dr Merry Mawardi SpA dan Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dr Zulkifli Golonggom MSi.

Dalam penyampaiannya, dr Rinny Tamuntuan mengatakan KSB berperan penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana. Hadirnya warga yang masuk dalam pengurusan KSB menjadi pelopor meningkatkan partisipasi warga untuk terlibat aktif terhadap mitigasi dan penanggulangan korban bencana alam yang dapat terjadi kapanpun.

“Saya berharap Kementerian Sosial RI bisa membentuk kampung siaga bencana di kecamatan lain yang ada di kabupaten Sangihe, khususnya yang memiliki titik rawan bencana. Hal ini penting, mengingat kondisi geografis kabupaten Sangihe serta kondisi iklim yang cenderung berubah-ubah secara extrim,” ujar Tamuntuan yang juga Birokrat Pemprov Sulut kandidat kuat Penjabat Bupati Kepulauan Sangihe Mei mendatang.

Sementara itu, usai pengukuhan KSB dan sambutan dilanjutkan dengan penyerahan logistic lumbung sosial masing-masing senilai Rp. 140.340.950 dari Tim Kemensos RI Pak Arif kepada Bupati Sangihe Jabes Gaghana dan di Tagulandang diserahkan oleh Pak Indra kepada Bupati Sitaro yang diwakili Assisten III Drs Denny D Kondoj MSi dan selanjutnya diserahkan kepada masing-masing KSB.

Kolaborasi Kemensos-Dinsos Sulut Sukses Gelar Pembentukan Kampung Siaga Bencana di Sangihe dan Sitaro

Sebagaimana diketahui saat media ini mewawancarai Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Utara Dr Zulkifli Golonggom, pembentukan Kampung Siaga Bencana, diawali hari pertama dengan sosialisasi untuk membangun partisipasi masyarakat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam, untuk mewujudkan itu pada hari kedua dilaksanakan pelatihan untuk membekali peserta dengan serangkaian pengetahuan yang berhubungan dengan penanggulangan bencana dengan narasumber secara daring oleh Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kementerian Dalam Negeri, Direktur Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi dan secara luring dengan fasilitator dari BPBD Kabupaten, Kemudian untuk membentuk serangkaian ketrampilan penanggulangan bencana, peserta di latih oleh Instruktur dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Training Center Kemensos RI Kang Azenk di Nusa Tabukan dan Kang Azenk, di Tagulandang di bantu Tim Tagana Provinsi Sulut dan Tim Tagana Kedua Kabupaten.

“Nah, pada hari ketiga untuk mengukur ketrampilan teknis peserta dilaksanakan simulasi penanggulangan bencana, selanjutnya di tutup dengan pembentukan -pengukuhan Pengurus KSB dan Penyerahan Logistik Lumbung Sosial yang terdiri dari Permakanan siap saji, Perlengkapan Sandang, Selimut, Kasur, Tenda Keluarga dan lain-lain, khusus lumbung sosial ini diberikan di lokasi KSB untuk mempermudah pasokan ketersedian sumberdaya logistik kala terjadi bencana yang menyulitkan akses penyaluran dan distribusi logistic bencana sebagaimana menjadi program dari Menteri Sosial Tri Risma Harini di berbagai daerah yang rawan potensi bencana alam,” jelas Golonggom.

Kabid Zulkifli juga menambahkan, dalam rangkaian KSB dan Penyediaan Lumbung Sosial dilaksanakan Tagana Masuk Sekolah (TMS) dilakukan dengan tujuan agar berbagai unsur dalam masyarakat sejak usia dini, anak dan remaja memahami potensi kerawanan bencana di daerahnya. “Selain itu, mereka nantinya juga memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan pencegahan maupun pengurangan resiko yang tersebar masing-masing 10 titik Sekolah SMA/SMK, SMP dan SD terdekat dengan lokasi KSB,” pungkasnya.

Adapun kegiatan Pengukuhan Pengurus Kampung Siaga Bencana ini berjalan sukses juga dihadiri masing-masing Kepala Badan dan Jajaran BPBD, Dinas Kesehatan, SAR, BMKG, TNI/Polri, Camat, Perwakilan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan ratusan masyarakat desa dan kampung terdekat lokasi KSB.

*/red/jakas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here