Aleg PSI Tolak Pin Emas Tuai Apresiasi, Rurubua: Saya Telah Balikkan

0
73
Jurani Rurubua

SULUTIMES, Manado – Polemik pin emas yang saat menjadi perbincangan hangat dilingkup para anggota DPRD terus menuai tanggapan.

Salah satunya pengamat politik dan pemerintahan Sulut Efvendy Sondakh SIP MSi. Menurut Efvendy, pengadaan pin emas bukan hal yang penting. Sebaiknya diganti dengan bahan biasa yang lebih murah. Sama sekali tidak akan mengurangi kehormatan sebagai anggota dewan.b

“Menurut saya langkah yang diambil MJP (Melky J Pangemanan) dan tentunya PSI patut diteladani. Ingat, pin emas melambangkan betapa eksklusifnya gaya hidup anggota dewan,” ujarnya.

Lanjut Dosen Ilmu Politik Fispol Unsrat ini, sangat tidak berbanding lurus dengan kinerja mereka kalau kita objektif melihat.

“Dalam berbagai lembaga survey kredibel, lembaga legislatif selalu mendapatkan penilaian buruk dari masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu anggota DPRD Kota Manado yang baru saja dilantik, Jurani Rurubua mengungkapkan bahwa dirinya telah mengembalikan Pin Emas seharga 10 juta lebih dengan mengganti Pin Kuningan Seharga 10.000 Rupiah.

“Hari ini, tepat jam 2 siang saya mengembalikan pin emas kepada Sekwan Kota manado, dan Pak sekwan menerima dengan senang hati,” tuturnya.

Menurut politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini, memang Pin Emas untuk anggota dewan di kota Manado hanya Pinjam Pakai, kendati demikian kami tetap mengembalikannya sebagai bentuk komitmen PSI dalam rangka efektifitas dan efisiensi anggaran.

“Bayangkan, data anggaran untuk Pin Emas 40 Anggota Dewan kota Manado mencapai lebih dari 500 juta. Pasca pengembalian pin ini, PSI akan berjuang untuk mengawal aturan (Regulasi) agar tidak ada lagi anggaran berlebihan yang digunakan untuk hal-hal yang tidak substansial,” akunya.

Lanjutnya, kami partai PSI di seluruh Indonesia, di himbau secara nasional mengembalikan Pin emas untuk anggota dewan terpilih, menurut kami Pin Emas yang dianggarkan untuk beberapa Anggota DPRD Kabupaten/Kota dan Provinsi adalah bentuk pemborosan dan inefesiensi anggaran. Pengadaan pin emas ini jelas tidak memiliki pijakan argumentasi yang jelas dalam berbagai aspek.
Pin emas jelas tidak ada hubungan sama sekali dengan kinerja. Apalah arti pin emas jika hasil kerjanya ternyata ‘Berkarat’.
Pin emas terbukti tidak menjadi ukuran bahwa wakil-wakil rakyat tersebut bisa bekerja lebih baik.

“Gerakan ini adalah langkah awal untuk menggalang partisipasi publik dan mendorong kesadaran anggota DPR RI dan DPRD untuk sensitif dan peka terhadap pemborosan anggaran publik. Lebih lanjut kami PSI mengajak kepada wakil rakyat di seluruh Indonesia untuk menunjukkan kinerja emas untuk kepentingan rakyat. Pin boleh karatan, tapi kinerja dan pengabdian pada kepentingan rakyat dan bangsa ini tidak boleh berkarat,” paparnya.

“Setiap keputusan ada Pro dan Kontra, Namun bagi Kami PSI. Jika untuk Kepentingan Rakyat, Kami siap Berjuang,” kunci Rurubua.

 

Jakas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here