Akrab, SSK Bahas Persoalan Kota Manado Bersama Pemuda dan Jurnalis Muslim

0
10
Pertemuan SSK bersama tokoh-tokoh Pemuda Muslim Manado dan Jurnalis Muslim.(sulutimes)

SULUTIMES, Manado – Seduhan kopi dan jamuan nasi kuning ala kampung Pak H Idun menambah kehangatan silahturahmi Sonya Selviana Kembuan (SSK) bersama tokoh-tokoh Pemuda Muslim Manado dan Jurnalis Muslim di rumah makan Pak H Idun, Kampung Ternate Baru, Senin (9/9/2019).

Suasana silahturahmi ini diselingi dengan diskusi-diskusi ringan yang mengangkat tentang persoalan Kota Manado seperti persoalan birokrasi pemerintahan, permasalahan banjir, sampah serta kemacetan yg di alami kota manado saat ini.

Berbagai masukkan dan tanggapan penuh keakraban dan kekeluargaan tersaji untuk menjadi pijakan SSK yang diketahui bakal mencalonkan diri sebagai Calon Walikota Manado.

Seperti diungkapkan salah satu aktivis muslim Noho Poiyo mengangkat permasalahan pasar tradisional yang sampai saat ini belum ada solusinya dan terkesan masih dipaksakan.

“Pasar-pasar tradisional di kota Manado masih amburadul pula terkesan belum memberi keuntungan bagi pedagang maupun pembeli,” ucap Noho.

Menanggapinya, SSK mengatakan permasalahan pasar sangatlah kompleks. Solusinya, pertama pasar harus nyaman baik bagi penjual maupun pembeli.

“Selain harus bersih, harus teratur harganya pula harus terjangaku. Seperti sistem di kota-kota maju, pihak pasar harus menyediakan tempat penyimpanan raksasa sehingga para penjual bila daganganya tidak laku tersedia tempat penyimpan jualan berupa chiller raksasa agar tidak dibuang percuma dagangannya semisal ikan, sayuran dan lainnya. Sehingga bisa dijual di kemudian hari agar pedagang tidak merasa rugi,” papar SSK yang mengusung slogan Harapan Baru Manado.

Untuk itu, SSK meminta topangan agar masyarakat kota Manado dapat mempercayainya memimpin kota tinutuan ini.

“Kalau dipercayakan, saya ajak kita bersama buat kota ini lebih bagus lagi. Pasti kedepan akan setara dengan kota-kota Metropolitan yang betul-betul modern, dan tentu tanpa meninggalkan budaya kearifan lokal yang ada,” pungkas wanita karir yang akan bertarung merebut kursi papan satu kota Manado tahun 2020 nanti.

 

Jakas

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here