Imigrasi Sentil Indikasi WNA Illegal di Tambang Emas

0
22
Frice Sumolang

SULUTIMES, Mitra – Minimnya bukti-bukti yang dikantongi Kantor Imigrasi Kelas I Manado, mengenai keberadaan warga negara asing (WNA) ilegal di Mitra, membuat Unit Pelaksana Teknis Dirjen Imigrasi ini kehabisan daya.

Alhasil, Kantor Imigrasi Kelas I Manado memohon kerja sama Pemkab Mitra guna memerangi WNA ilegal. Bahkan dalam sebuah kesempatan berhasil dibentuk tim guna pengawasan orang asing.

“Untuk meningkatkan sinergitas antar stakeholder yang ada di Mitra dalam upaya pengawasan orang asing,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Manado Frice Sumolang SH MH kepada sejumlah media, Kamis (22/11/2018).

Sumolang mengungkap, selama ini Kantor Imigrasi Kelas I Manado teramat kesulitan melakukan pemeriksaan legalitas orang asing di Mitra, terutama yang sering disebut-sebut dipekerjakan di tambang emas Ratatotok.

“Kita sudah dua kali turun. Tim dari provinsi dan Mitra, tapi kosong. Bocor infonya,” ungkap Sumolang.

Menurut Sumolang, hingga sekarang pihaknya baru mendapati empat WNA yang memiliki dokumen jelas. “Dua orang asal China pemegang ijin tinggal terbatas, dan dua orang pemegang ijin tinggal tetap asal Prancis,” beber Sumolang.

Sumolang menambahkan, dalam memaksimalkan pengawasan, Kantor Imigrasi Manado terkendala jarak dan waktu tempuh dari Manado ke Mitra. Maka dari itu, kata Sumolang, perlu sinergitas dengan pemerintah daerah.

“Yang ada di desa atau kelurahan itu yang unjung tombak. Untuk itu, tim pengawasan ini melibatkan pemerintah daerah,” pungkas Sumolang.

 

Reg

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here