Diterjang Gelombang Pasang, Sejumlah Rumah Warga Motabang Rusak

0
152
Air laut nampak mulai masuk ke  pemukiman penduduk

SULUTIMES, Bolmong – Gelombang pasang yang menerjang wilayah pesisir Utara Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) belakangan ini memang patut diwaspadai. hal itupun telah menyebabkan rusaknya sejumlah rumah warga di Desa Motabang, Kecamatan Lolak. Saptu (05/12/2021) kemarin.

Suasana bibir pantai Desa Motabang pasca gelombang pasang menghantam pemukiman penduduk

Sebagaimana pantauan wartawan Sulutimes.Com sekitar pukul 15:00 Wita, pasca turun hujan deras, situasi warga Motabang berubah tegang.

Nampak salah satu warga korban gelombang pasang sedang menguras air laut didalam rumahnya.

Bagaimana tidak, air laut yang sedang kondisi pasang di ikuti rentetan gelombang tinggi sekitar 1,5 – 2 meter menghasilka dentuman dan arus pecahan obak cukup keras kemudin menghantam wilayah pemukiman penduduk.

Kejadian itupun telah menyebabkan puluhan rumah warga tergenang dan rusak ringan pada bagian dapurnya.

Menurut warga kejadian sepeti ini memang sudah biasa terjadi di wilayahnya apa lagi saat memasuki akhir tahun atau bulan Desember.

“Pembangunan tanggul pemecah ombak menjadi salah satu kebutuhan umum paling mendesak bagi warga pesisir terutama di Desa Motabang,” sebut Idil Paputungan warga setempat.

Menurut Idil, saat ini sudah ada bangunan tanggul pemecah ombak yang ada diwilayahnya. namun disayangkan fasilitas bersumber dari APBD Bolmong 2019 silam itu tidak menjangkau seluruh pemukiman potensi terdampak

“Kami sangat berharap pembangunan tanggul pemecah ombak yang sudah ada saat ini dapat dilanjutkan kembali disesuaikan dengan garis pemukiman penduduk.” sambung Paputungan.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong Ir Syahril Mokoagow saat dikonfirmasi mengatakan tahun 2021 ini harusnya sudah ada lanjutan pembangunan tanggul pemecah ombak di desa motabang. namun kondisi Pandemi Covid-19 masih mengharuskan Pemerintah Daerah melakukan refokusing anggaran untuk penanggulangan dampak Covid.

“Warga mohon bersabar, keluhan warga sangat direspon dan kalau tidak ada kendala lagi pada tahun 2022 mendatang tanggul pemecah ombak itu bangunannya aka di lanjutkan pembangunannya,” pungkas Mokoagow.

(ADR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini