Pakai Dana Pribadi, Jemmy Wangko Bangun JPO Untuk Kepentingan Masyarakat

0
47

SULUTIMES, Manado – Dengan dilandasi spirit kemanusian untuk kepentingan masyarakat, owner CV. Karya Wenang akan membangun Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) depan Lapangan Bantik Malalayang dengan menggunakan dana pribadi.

Hal ini terungkap dalam pertemuan pihak Lembaga Pemangku Adat Anak Suku Bantik Minanga-Malalayang (LPAASBMM) dengan CV. Karya Wenang yang dihadiri oleh Direktur Utama Jemmy Wangko didampingi Kepala Teknik Alrin Polii, bertempat di cafe Lapangan Bantik, Kamis (10/6/2021).

Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Ketua LPAASBMM AKBP Drs. Reino F. Bangkang, M.Si., didampingi Sekretaris Michael Kalonio, SE., dan dihadiri oleh Ketua Dewan Adat Berty Monangin, Pengurus Lembaga serta Tua-tua Bantik Minanga-Malalayang, pihak CV. Karya Wenang memaparkan terkait rencana dan rancangan pembangunan JPO.

“Iya memang benar, bahwa pembangunan JPO depan lapangan Bantik Malalayang dengan biaya satu milyar lebih, menggunakan dana pribadi, tidak ada dana yang keluar dari kas daerah, baik Kota Manado maupun Provinsi Sulut,” jelas Dirut yang juga owner CV. Karya Wenang Jemmy Wangko.

Gambar rencana pembangunan JPO depan Lapangan Bantik Malalayang.

Direktur Utama CV. Karya Wenang melanjutkan, pemilihan lokasi pembangunan JPO depan lapangan Bantik Malalayang, karena ada SDN dimana murid-muridnya bukan hanya dari seputaran Malalayang, tapi juga dari luar Malalayang. SDN Malalayang sudah tidak ada tempat parkir kendaraan, jadi untuk antar jemput anak sekolah harus menyeberang jalan, sedangkan lalulintas depan lapangan Bantik sangat ramai dan rawan kecelakaan. Dengan adanya JPO, orang tua tidak perlu khawatir lagi anaknya akan menyeberang jalan, bahkan masyarakat pejalan kaki bisa menyeberang lewat JPO meskipun lalu lintas sangat padat.

“Untuk pembangunan JPO menggunakan baja dengan jaminan pabrik 30 tahun sedangkan untuk pemeliharaan akan dilakukan oleh CV. Karya Wenang. Untuk pembatas jalan akan dipasang pagar besi, seratus sampai dua ratus meter dari titik JPO kearah timur dan barat, sehingga JPO akan berfungsi dengan baik untuk masyarakat,” kata Jemmy Wangko.

“Kami juga meminta kepada pihak Lembaga Adat Bantik untuk memakai sebagian lapangan sebagai tempat material. Kami sangat berharap kerjasama yang baik dari semua pihak termasuk Lembaga Adat Bantik agar pembangunan JPO bisa berljalan dengan baik. Nantinya akan ada ornamen Bantik pada JPO,” sambung Arlin Polii.

Dalam kesempatan tersebut, Jemmy Wangko juga memberikan bantua/partisipasi kepada pihak LPAASBMM sebesar lima puluh juta rupiah. “Dan jika ada kedukaan di Malalayang, kami juga menyiapkan ambulance dan memberikan santunan duka,” tambah Jemmy Wangko.

 

(Jo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here