Apresiasi OD-SK, Presiden Jokowi Jor-Joran Kawal Infrastruktur dan Pariwisata Sulut

0
26
Kedatangan Presiden Jokowi ke lima kalinya di Sulut dimasa Kepemimpinan OD-SK.(ist)

SULUTIMES, Sulut – Di mata Presiden RI Joko Widodo, Provinsi Sulawesi Utara terbilang istimewa.

Buktinya, di masa kepemimpinan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Presiden Jokowi telah berkunjung sebanyak 5 kali.

Tentu dengan sering hadirnya Presiden Jokowi di Sulut, menambah nilai kepercayaan pemerintah pusat akan penjabaran program-program turunannya terlebih pada bidang infrastruktur dan peningkatan sumber daya manusia di Sulut.

Presiden Jokowi dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey.(ist)

Buktinya, setelah tiba di bandara Sam Ratulangi, Kamis (4/5/2019), Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan sejumlah Menteri yang disambut langsung oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Ketua TP-PKK Sulut Rita Dondokambey Tamuntuan pula unsur Forkopimda Sulut, diantaranya Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang bersama isteri, Kapolda Sulut Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto, Danlantamal VIII Manado Laksma TNI Gig Jonias Mozes Sipasulta bersama ibu serta Danlanudsri Kolonel Pnb Johnny Sumaryana SE bersama ibu, langsung meninjau proyek perluasan bandara Sam Ratulangi didampingi Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

 

Perluasan Bandara Sam Ratulangi

Presiden Jokowi mengatakan bahwa sudah tidak cukup lagi apa bila turis datang secara terus menerus secara bergelombang.

“Pertama, terminal di sini kita lihat memang sudah tidak mencukupi lagi apabila yang ingin datang (turis) kita terima semua. Kedua, runway-nya juga masih kurang panjang apabila pesawat berbadan lebar ingin turun di Manado,” ujar Presiden menjelaskan kondisi bandara Sam Ratulangi selepas peninjauan, Kamis (4/7/2019).

Lanjut Presiden, masuknya wisatawan asing ke Kota Manado selama beberapa tahun belakangan memang meningkat dan mendongkrak tingkat penerbangan internasional. Permintaan akan perluasan bandara oleh para agen perjalanan wisata dan konsumen sendiri juga sering terdengar.

“Oleh sebab itu sudah kita perintahkan agar segera dibangun terminal yang baru. Akan dimulai nanti bulan September ini dan akan diselesaikan Agustus 2020,” kata Presiden.

Program perluasan Bandara Sam Ratulangi sebagai pendukung industri pariwisata Sulawesi Utara direncanakan akan menjadikan terminal bandara yang semula seluas 26.000 meter persegi menjadi 56.000 meter persegi. Perluasan tersebut diperkirakan akan dapat melayani hingga 6 juta penumpang per tahun dari yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 juta orang per tahun.

Presiden Jokowi menjelaskan tentang pentingnya perluasan bandara untuk menopang pariwisata sulut.(ist)

Bersamaan dengan perluasan bandara tersebut, pemerintah juga akan membangun sekaligus membenahi kawasan-kawasan wisata yang ada di sekitarnya. Hal inilah yang menjadi tujuan utama Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Utara hari ini.

“Kita juga akan masuk ke produknya. Pembangunan-pembangunan yang berada pada kawasan-kawasan wisata yang ada di sini ini juga paralel harus segera selesai. Oleh sebab itu saya ke sini untuk mengecek satu-satu biar terintegrasi,” ujar Presiden.

Sejumlah jajaran terkait juga turut serta bersama dengan Presiden Joko Widodo untuk membahas tuntas pengembangan pariwisata di provinsi yang dinobatkan sebagai The Rising Star dalam sektor pariwisata Indonesia. Di antaranya ialah Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

“Semua kementerian ikut, Angkasa Pura ikut, Gubernur ikut, nanti Bupati dan Wali Kota juga ikut bersama-sama. Ini kalau enggak diintegrasikan enggak akan selesai-selesai padahal turisnya sudah ingin berbondong-bondong ke sini,” tuturnya.

Apabila terlaksana, Presiden Joko Widodo berharap agar perluasan Bandara Sam Ratulangi tersebut dapat semakin meningkatkan industri pariwisata Sulawesi Utara dan memberikan kemudahan bagi masyarakat setempat untuk mendapatkan layanan transportasi udara yang lebih baik.

 

Tinjau Kawasan Pariwisata di Minut

Usai meninjau perluasan bandara Sam Ratulangi, Presiden Jokowi ditemani Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan raombongan bergegas menuju ke Likupang Minahasa Utara.

Adapun tujuan ke Likupang, Presiden Joko Widodo meninjau rencana pengembangan kawasan pariwisata yang terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Pulisan, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara.

Dilokasi KEK Pariwisata, Jokowi mengatakan bahwa pengembangan KEK untuk memajukan pariwisata dan perekonomian daerah memerlukan kesinambungan dan kerja sama seluruh pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun swasta.

“Kita ini turisnya yang mau ke sini itu banyak dan akan semakin banyak kalau kita siap. Oleh sebab itu, perlu kerja yang terintegrasi antara pemerintah daerah baik kota, provinsi, kabupaten, dan pusat. Harus sambung semua,” ujar Jokowi.

Dalam hal pengajuan wilayah untuk KEK Tanjung Pulisan yang hari ini disambangi Presiden misalnya, banyak persoalan dan pengambilan kebijakan yang membutuhkan koordinasi antara berbagai pihak untuk dapat segera diselesaikan. Maka itu, dalam kunjungannya kali ini, Presiden hendak memastikan bahwa semua kendala yang ada dapat segera teratasi.

“Ini mau kita selesaikan biar investasi itu langsung datang. Kalau enggak rampung-rampung, payung hukumnya enggak selesai-selesai, ya enggak akan mulai-mulai,” tuturnya.

Pemerintah pusat sendiri memberikan dukungan penuh dan investasi berupa pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata di Sulawesi Utara. Beberapa di antaranya ialah perluasan terminal bandara Sam Ratulangi di Manado, pelebaran jalan menuju lokasi wisata, dan pembangunan jalan tol yang akan memudahkan wisatawan menuju lokasi.

Presiden Jokowi bersama sejumlah Menteri dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat meninjau lokasi KEK Pariwisata yang ada di Minahasa Utara.(ist)

Presiden juga mengingatkan, seiring dengan peningkatan wisatawan yang datang ke Sulawesi Utara dan KEK Tanjung Pulisan nantinya, maka provinsi tersebut memerlukan ketersediaan sarana akomodasi yang mampu menampung arus wisatawan yang bertambah.

“Di Sulawesi Utara butuh tambahan hotel banyak sekali. Yang menyampaikan itu maskapai dan biro perjalanan. Banyak sekali yang ingin datang ke sini. Tapi di sini ada yang sudah siap, ada yang belum siap. Ini pemerintah pusat ingin membackup hal-hal yang belum siap tadi,” ucap Jokowi.

Di sisi lain, untuk mendukung upaya pemerintah tersebut, Kepala Negara juga menyampaikan bahwa pihaknya memerlukan partisipasi dari masyarakat. Masyarakat disebutnya memainkan peranan penting dalam penciptaan budaya dan kebiasaan yang ramah terhadap wisatawan sehingga para pendatang merasa nyaman untuk berwisata di tempat itu.

“Yang berkaitan dengan budaya. Budaya bersih, budaya senyum, budaya melayani, dan tentu saja yang berkaitan dengan misalnya hal-hal yang kecil seperti urusan restoran dan kebersihan toiletnya. Ini tidak mudah. Ini pekerjaan besar,” ujar Presiden.

Dirinya juga meminta kepada pemerintah daerah, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, untuk merencanakan atraksi wisata yang rutin sehingga Sulawesi Utara memiliki agenda wisata yang terjadwal dan layak untuk dikunjungi wisatawan mancanegara.

“Pemerintah daerah dan Kementerian Pariwisata membuat annual event yang pasti. Jadi orang ke sini itu ada terus yang ditonton. Minimal setiap minggu itu harus ada. Sabtu-Minggu ada tontonan. Di sini kan banyak tontonan budaya entah di Manado atau KEK-nya,” tandasnya.

 

Bagikan Sertipikat Tanah Gratis

Menjelang malam di Kota Manado, Jokowi melanjutkan kunjungan kerjanya dengan menyerahkan 2000 sertipikat tanah gratis bertempat di Graha Gubernuran, Bumi Beringin didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey serta rombongan.

“Saya memuji kebijakan Gubernur Olly yang membebaskan seluruh biaya administrasi pengurusan sertipikat tanah bagi masyarakat Sulut,” ucap Jokowi.

“Bapak dan ibu di Sulawesi Utara beruntung punya Pak Olly. Karena biaya administrasi sertipikat sudah ditanggung pemerintah daerah,” aku Jokowi.

Lanjut Jokowi, program sertipikat tanah itu penting dan memiliki manfaat besar sebagai tanda bukti sah hak atas tanah.

“Simpan bak-baik sertipikat tanahnya. Difotokopi, Diberi plastik, disimpan di tempat yang aman karena sertipikat tanah ini adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki,” beber Jokowi.

sambutan Presiden Jokowi sebelum menyerahkan sertipikat tanah gratis kepada warga Sulut.(ist)

Jokowi memberikan gambaran zaman dulu hanya 500 ribu bidang tanah yang bisa disertifikat dalam setahun. Artinya, seorang masyarakat perlu waktu kira-kira 160 tahun agar tanahnya bisa disertipikat.

“Siapa yang mau menunggu 160 tahun? Ayo maju sini, saya kasih sepeda gratis,” kata Jokowi.

Jokowi juga meminta kepada seluruh masyarakat agar bijak dalam menggunakan sertipikat.

“Tidak masalah sertipikatnya disekolahkan tapi harus bijak, harus dipakai untuk modalnya untuk usaha, kerja atau investasi. Jangan untuk konsumtif,” kunci Jokowi.

Sementara itu dalam kesempatan selanjutnya, Presiden Jokowi memuji kejelian kepemimpinan Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Dikatakan Jokowi, pergerakan sektor pariwisata di Sulut dibawah kepemimpinan Gubernur Sulut Olly Dondokambey sangat mumpuni. “Pak Gubernur Olly jeli dalam membangun sektor pariwisata Sulut. Ekonomi di sini mengarah ke pariwisata. Feeling Pak Gubernur (Olly Dondokambey) bagus sekali,” kata Jokowi.

Untuk itu, Jokowi berjanji akan mendukung pembangunan infrastruktur pariwisata demi menarik lebih banyak kunjungan wisatawan ke Sulut.

“Kita ingin mengembangkan pariwisata di Sulawesi Utara. Tadi saya sudah ke tempat wisata di Likupang Minahasa Utara,” beber Jokowi.

Penyerahan sertipikat tanah gratis oleh Presiden Joowi didampingi Gubernur Sulut Olly Dondokambey kepada masyarakat Sulut.(ist)

Jokowi mengaku telah mendengar setiap usulan dari Gubernur Olly terkait pembangunan infrastruktur pariwisata yang dikerjakan di Sulut diantaranya perluasan terminal Bandara Sam Ratulangi Manado.

“Jalan sempit nanti dibesarin, terminal bandara di perbesar. Saat ini baru menampung 2 juta penumpang per tahun. Nanti setelah diperbesar agustus 2020 bisa menampung 6 juta penumpang,” ucap Jokowi.

“Selain terminal, landasan pacunya juga diperpanjang supaya pesawat berbadan lebar bisa mendarat,” sambung Presiden.

Sementara itu, Gubernur Olly Dondokambey mengapresiasi perhatian Jokowi atas pembangunan sektor pariwisata Sulut.

“Atas nama pemerintah, saya mengucapkan terimakasih kepada Jokowi yang sudah berkali-kali mengunjungi Sulut,” kata Olly.

Olly berjanji akan selalu mendukung kepemimpinan Jokowi demi Sulut yang lebih hebat ke depan.

“Atas semua ini kami akan mendukung terus kepemimpinan Bapak Presiden selama lima tahun ke depan,” ucap Olly.

Diketahui, baru-baru ini Kementerian Pariwisata RI bahkan menobatkan Sulut sebagai The Rising Star sektor pariwisata Indonesia karena mampu mendorong pertumbuhan kinerja pariwisatanya hingga 600% dalam empat tahun terakhir.

Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Sulut, pada 2015 sebanyak 20 ribu, tahun 2016 meningkat menjadi 40.000 atau dua kali lipat. Selanjutnya pada 2017 sebanyak 80.000, dan tahun 2018 meningkat menjadi 120.000.

Begitu juga pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dari sekitar 2 juta menjadi 4 juta atau dua kali lipat, 200 persen, padahal di daerah lain hanya sekitar 5 persen sampai 10 persen

Selain itu, Sulut tahun ini memiliki 3 event pariwisata unggulan berkelas internasional yang masuk dalam 100 Wonderful Event 2019.

Ketiga event tersebut yaitu Festival Bunaken 26-29 Juli 2019, Festival Pesona Selat Lembeh 6-10 Oktober 2019, dan Tomohon International Flower Festival 17-12 Agustus 2019 yang dimasukkan kedalam 100 Wonderful of Event 2019.

 

Jokowi Jajal Tempat Wisata Jendela Indonesia Manado

Kurang lebih pada pukul 21.00 WITA Kepala Negara memutuskan untuk menyambangi dan melihat langsung salah satu destinasi wisata populer di daerah tersebut, yakni Jendela Indonesia yang berlokasi di Jalan Piere Tendean, Sario Tumpaan, Sario, Kota Manado.

Sesampainya di lokasi, Presiden langsung mengunjungi gerai yang menjual produk kuliner setempat. Kepala Negara juga ingin mengetahui sejumlah fasilitas publik yang ada untuk mengetahui kesiapan pengelola dan masyarakat dalam hal kenyamanan dan kebersihan area wisata.

“Sekarang kerja enggak bisa makro. Mikro (detail) harus diikuti sehingga betul-betul tampak mana yang harus di- backup oleh pemerintah pusat, mana yang bisa dikerjakan pemerintah provinsi, mana yang swasta,” kata Presiden mengenai kunjungannya itu.

Jendela Indonesia adalah sebuah tempat wisata di Kota Manado yang dalam 2,5 tahun belakangan sukses berkembang menjadi sebuah pusat aktivitas wisata. Pusat kuliner yang mengedepankan hidangan khas Indonesia serta UKM-UKM lokal yang menjajakan produk yang menjadi pelengkap daya tarik objek wisata di dekat pantai yang oleh warga setempat disebut Boulevard Manado.

“Di sini menurut saya ada sebuah peluang besar untuk menarik wisatawan, turis, yang itu akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang baik bagi Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Kepala Negara.

Presiden Jokowi dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey menjajal lokasi wisata Jendela Indonesia di Kelurahan Sario Manado.(ist)

Melalui kunjungannya malam ini, Presiden melihat adanya potensi yang sangat besar bagi objek wisata tersebut untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan. Pemerintah, bersama dengan pemerintah daerah dan swasta, juga akan memberikan dorongan dan dukungan dalam membenahi atau menyempurnakan fasilitas-fasilitas publik di sekitar kawasan itu.

“Ternyata peminatnya (wisatawan) sangat banyak. Seiring dengan itu, fasilitasnya jangan terlambat diperbaiki,” tuturnya.

Presiden sendiri bersama jajaran terkait rencananya akan membicarakan lebih detail mengenai segala urusan yang berkaitan dengan pariwisata di Sulawesi utara.

“Mungkin besok sebelum terbang ke Jakarta kita mau rapat terbatas untuk urusan tata ruang yang menghambat. Harus diselesaikan,” ucapnya.

“Jangan sampai regulasi-regulasi yang ada itu tidak memberikan kecepatan, tapi malah menghambat keputusan-keputusan lapangan,” Presiden menambahkan.

Adapun kunjungan di hari pertama Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Ketua TP-PKK Sulut Rita Maya Dondokambey – Tamuntuan, Wakil Gubernur Sulut Drs Steven OE Kandouw, Wakil Ketua TP-PKK Sulut Kartika Devi Kandouw-Tanos, Sekdaprov Edwin H Silangen, Ketua DWP Sulut Ivonne B Silangen-Lombok.

 

Di hari kedua kunjungan Presiden Jokowi. 

Di hari kedua Presiden Jokowi di Sulut masih melanjutkan agenda kunjungan kerjanya. Pagi pukul 07.30 Wita, Jumat (5/7/2019), Presiden Jokowi didampingi Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengawali kunjungan di Pelabuhan Manado. Berbagai fasilitas pendukung Pelabuhan Manado menjadi perhatian Jokowi untuk segera dibenahi.

Presiden Jokowi meninjau pelabuhan Manado didampingi Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Walikota manado GS Vicky Lumentut.(ist)

Usai mengunjungi Pelabuhan Manado, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Irina Joko Widodo dan Gubernur Olly serta rombongan didalamnya para Menteri bertolak menuju Taman Nasional Bunaken (TNB) menaiki kapal Bunaken Crystal 7. Setelah kurang lebih 45 menit perjalanan, rombongan tiba di Dermaga Bunaken dan berganti kapal khusus yang dilengkapi ruang bawah kapal untuk menuju laut lepas dan menikmati kecantikan ikan-ikan tropis serta terumbu karang yang eksotis di salah satu perairan di tempat dengan biodiversitas tertinggi di dunia melihat keindahan bawa laut Bunaken yang kaya akan keanekaragaman hayati.

Terkesima dengan keindahan bawah laut Taman Nasional Bunaken, Presiden Joko Widodo berharap potensi pariwisata yang ada di lokasi itu terus dirawat dan dipelihara dengan baik. Menurutnya, lokasi tersebut dapat menjadi salah satu kekuatan pariwisata terbesar di Sulawesi Utara di masa mendatang.

“Kita ingin melihat lapangan di mana ada potensi-potensi yang bagus, yang dipakai untuk pariwisata. Tapi memang ini adalah area konservasi yang juga harus hati-hati,” ujar Presiden di Dermaga Bunaken.

Presiden Jokowi bersama Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan rombongan menuju ke Pulau Bunaken.(ist)

“Saya kira ini potensi yang sangat baik, tapi memang harus dirawat dan dijaga jangan sampai sampah plastik masuk ke sini. Dulu banyak, sekarang tadi saya lihat sudah (bersih) karena rutin dari pemerintah daerah selalu membersihkan sampah-sampah lautnya,” ucap Jokowi.

Sadar akan potensi besar tersebut, pemerintah pusat langsung bergerak untuk menjadikan salah satu kawasan wisata tersebut lebih tertata dan terintegrasi. Ke depannya, destinasi wisata bawah laut tersebut diperkirakan akan jauh lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan, khususnya wisatawan asing, seiring dengan pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata Sulawesi Utara oleh pemerintah sehingga memerlukan perencanaan yang matang.

“Ini mau dibuat perencanaan dulu untuk membuat klaster-klaster sehingga penduduknya di sebelah mana jelas, tempat wisata di mana jelas, area konservasinya di mana juga jelas,” kata Kepala Negara.

Kawasan wisata tersebut memang menjadi salah satu magnet pariwisata Provinsi Sulawesi Utara. Setiap tahunnya, pemerintah setempat menggelar Festival Pesona Bunaken yang selalu diminati wisatawan asing.

Terkait hal itu, Presiden menegaskan bahwa pihaknya berkejaran dengan waktu dan permintaan yang semakin meningkat dari para wisatawan. Maka itu, pemerintah pusat berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi pengembangan pariwisata di Sulawesi Utara.

Presiden Jokowi berjanji akan memfasilitasi permintaan warga Pulau Bunaken yang kekurangan air bersih dan pasokan listrik.(ist)

“Kita ke lapangan ingin mengejar itu. Kalau biasa-biasa saja kita mungkin enggak (upaya), tapi ini ada keadaan luar biasa yang turis ingin masuk dan kita harus menyiapkan,” tuturnya.

“Artinya anggaran yang kita gunakan ini harus memberikan dampak pertumbuhan ekonomi kepada masyarakat. Kita mulai ke sana. Jadi infrastruktur itu betul-betul memberikan dampak terhadap investasi dan dampak kepada masyarakat,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu pula Presiden Jokowi segera memenuhi permintaan warga Bunaken yang diketahui sangat kekurangan ketersediaan air bersih dan pasokan listrik.

“Ya Saya catat dan semoga segera diselesaikan,” janji Presiden.

 

Presiden Tinjau Pelabuhan Ferry Bitung dan Rencanakan Jemabatan Penghubung Kota Bitung ke Pulau Lembeh

Di Kota Bitung, sesuai agenda, Presiden Jokowi mengunjungi Pelabuhan Ferry dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang ada di Kota Bitung.

Tiba di Pelabuhan Ferry, Presiden Jokowi didampingi Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan rombongan disambut Walikota Bitung Maximillian Lomban langsung melihat infrastruktur yang ada di Pelabuhan Ferry Bitung.

Presiden Jokowi saat berada di Pelabuhan Ferry Kota Bitung.(ist)

Usai kunjungan, Presiden menyampaikan akan segera membenahi infrastruktur yang ada di Pelabuhan ferry untuk menunjang peyeberangan antar pulau di wilayah Timur.

“Pelabuhan Ferry adalah salah satu sarana penting untuk menghubungkan Kota Bitung dengan wilayah kepulauan Timur. Mulai tahun depan dermaga pelabuhan akan segera diperlebar,” ucap Jokowi.

Tak hanya pelabuhan ferry, Jokowi pun melihat bahwa akses antara Kota Bitung ke pulau Lembeh dibutuhkan jalan penghubung. Untuk itu Presiden Jokowi berjanji akan segera merencanakan untuk pembuatan jembatan penghubung.

“Mudah-mudahan tahun depan pembangunan pelebaran pelabuhan ferry berjalan, juga direncanakan proses pembangunan jembatan penghubung Kota Bitung ke Pulau Lembeh bisa berjalan bersamaan,” tutur Jokowi.

 

Presiden Jokowi Tinjau KEK Bitung

Masih di Kota Bitung, setelah meninjau Pelabuhan Ferry Bitung, Presiden Jokowi dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengatakan, pengembangan Pelabuhan Bitung yang mendukung akses KEK Bitung akan dimulai pada Oktober tahun ini. Menurutnya pemerintah masih terus menyiapkan infrastruktur untuk mendukung KEK. Adapun fasilitas-fasilitas yang dimaksud Jokowi seperti jalan tol, dermaga, hingga jembatan.

Presiden Jokowi dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat berada di lokasi akses masuk KEK Bitung.(ist)

“Begitu fasilitas-fasilitas pendukungnya siap maka KEK-nya kerja, banyak yang ingin masuk ke sini, ini ujung yang dekat dengan Filipina, dekat dengan Asia bagian timur, ini ada kekuatan yang bisa dipakai di sini baik untuk mengekspor maupun mengimpor barang-barang tertentu,” katanya.

Jokowi juga menyampaikan akan segera membenahi infrastruktur pelabuhan ferry untuk menunjang penyeberangan antar pulau di wilayah Timur.

“Tahun depan kita akan mulai memperlebar dermaga pelabuhan, mengingat pelabuhan ferry adalah salah satu sarana penting untuk menghubungkan Kota Bitung dengan wilayah kepulauan di wilayah Timur,” pungkasnya.

Kunjungan di Bitung Jokowi di Bitung pun ditutup dengan makan siang menikmati ikan tuna baka dan sayur ganemo di river side resto yang diketahui milik Wakil Walikota Bitung Maurits Mantiri.

 

Jokowi Perintahkan Kebut Penyelesaian Jalan Tol Manado-Bitung

Usai dari Kota Bitung, Presiden Jokowi dan rombongan melihat langsung akan kendala pekerjaan fisik jalan tol Manado-Bitung.

Presiden Jokowi memastikan bahwa pembangunan jalan tol yang sempat terkendala karena persoalan pembebasan lahan itu akan segera diselesaikan.

Presiden Jokowi meninjau langsung penyelesaian proyek jalan Tol Manado-Bitung.(ist)

“Jalan tol Manado-Bitung masih kurang 13 kilometer lahan yang belum pembebasan. Tapi prosesnya tetap berjalan,” kata Jokowi saat meninjau perkembangan pembangunan jalan tol Manado-Bitung yang dirangkaikan dengan kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Utara, pada Jumat (5/7/2019).

Menurut Presiden Jokowi bahwa jalan tol tersebut ditargetkan akan selesai pada awal tahun depan. Artinya, tidak terpengaruh dengan kendala yang ada di lapangan, dengan demikian dapat segera teratasi.

“Tadi saya sudah perintah Jasa Marga untuk secepatnya bisa dirampungkan. Mungkin maksimal pada Maret-April. Insyaallah,” ucapnya.

Dijetahui, jalan tol sepanjang 39,9 kilometer tersebut merupakan salah satu proyek strategis nasional.

Jalan Tol Manado-Bitung.(ist)

Proyek yang menghubungkan dua kota terbesar di Sulawesi Utara, yakni Manado dan Bitung, diharapkan mendukung peningkatan mobilitas dari dua kota tersebut, mendukung sektor wisata, serta pertumbuhan ekonomi di kota-kota sekitarnya.

Jalan tol ini juga akan menjadi jalan akses utama ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dan Pulau Lembeh yang sedang dikembangkan untuk menjadi destinasi wisata baru Sulawesi Utara.

“Bisa nanti larinya ke pariwisata, bisa larinya ke industri. Karena nanti di Pulau Lembeh itu menjadi titik pariwisata baru di Bitung meskipun (perlu) dukungan industri terutama perikanan dan KEK yang nanti juga berhubungan dengan pelabuhan,” kata Presiden.

 

Pesan Presiden Jokowi dari Utara Indonesia

Pilpres Sudah Selesai, Jokowi Ajak Semua Berangkulan Kembali.

Agenda demokrasi pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) tahun 2019 telah berakhir.

Dari ujung Utara Indonesia, Provinsi Sulawesi Utara, Presiden Jokowi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali bersatu sebagai saudara sebangsa dan setanah air.(ist)

Akan hal tersebut, Presiden Jokowi kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali bersatu sebagai saudara sebangsa dan setanah air.

“Pilpres kan sudah selesai setelah putusan Mahkamah Konstitusi, jangan sampai di antara kita ini ada yang tidak saling sapa, antar teman antar saudara dan antar tetangga hanya karena berbeda pilihan, tidak saling ngomong antarteman gara-gara beda pilihan politik,” kata Presiden.

“Apapun sukunya, agamanya kita adalah saudara sebangsa dan setanah air, janganlah saling membenci, saling mendengki bahkan saling tidak sapa antar tetangga, maka kita akan semakin tertinggal oleh negara lain,” ujarnya.

Tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia yang besar, adalah ketika tidak bersatu.

Adanya perbedaan dalam pilihan politik, jelas Presiden adalah sesuatu yang lumrah.

“Untuk itu, seluruh masyarakat harus mempunyai sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan tersebut serta tetap menjalin persaudaraan,” tandasnya.

Salam hormat Presiden Jokowi kepada warga Sulut.(ist)

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam peninjauan ini, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Staf Khusus Presiden Johan Budi, dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Ketua TP PKK Sulut Ir Rita Dondokambey Tamuntuan.

 

ADVETORIAL

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here