SULUTIMES, Mitra – Ratusan massa yang merasa dikebiri hak demokrasinya pada proses fit and proper test (FPT) calon hukum tua di beberapa desa di Minahasa Tenggara, berhasil menduduki Kantor Bupati dan Gedung DPRD Mitra, Senin (16/9/2019).

Massa bergerak dari arah Plaza Ratahan sekira Pukul 12.00 Wita, datang dan menuju Kantor Bupati Mitra mengendarai beberapa kendaraan roda empat, roda dua dan satu dump truck dengan pengawalan ketat personel kepolisian. Rencana tak berjalan mulus tatkala kawanan pendemo dihadang barisan Sat Pol PP Mitra tepat di pintu gerbang Kantor Bupati Mitra. Melalui proses negosiasi akhirnya massa diijinkan bergerak masuk lapangan kantor bupati.

Harvey Pelleng yang bertindak sebagai salah satu orator beranggapan, ada satu tindakan dari penguasa yang terlalu menganggap remeh rakyat, yang selama ini telah bersusah payah melakukan pengurusan berkas persyaratan calon hukum tua. Di lain hal tahapan FPT dianggap bertentangan dengan undang-undang dan peraturan lainnya. Bahkan meragukan lisensi tim penguji yang konon berasal dari kalangan akademisi perguruan tinggi terkenal di Sulut, namun pada keyataanya penguji tidak secara terbuka atau transparan memperlihatkan nilai hasil uji para bakal calon hukum tua.

“Dasar hukumnya mana?,” teriak Pelleng melalui pengeras suara, yang ikut didengar dan disaksikan jajaran ASN yang menonton dari podim lapangan upacara.

Lebih lanjut melalui kutipan surat terbuka yang dibacakan, bahwasannya hasil uji kompetensi telah ‘memperkosa’ hak panitia Pilhut desa. Dikarenakan bertentangan dengan Permendagri Nomor 112 Tahun 2014 Pasal 9 Huruf E. Di mana menjadi tugas dari panitia Pilhut desa untuk menetapkan calon yang telah melalui persyaratan. Dan bukan ditetapkan oleh tim penguji melalui proses FPT. Massa juga beranggapan pemerintah tidak mengikuti amanat Permendagri Nomor 112 Tahun 2014 Pasal 25.

“Uji kompetensi dilakukan apabila ada lebih dadi lima calon. Jadi dasar hukum untuk desa yang memiliki lima calon ke bawah itu mana?,” teriak Pelleng.

Pernyataan Pelleng kemudian diluruskan James Sumendap SH selaku Bupati Mitra. Menurut Sumendap, benar Undang-undang desa mengatur hal yang umum dan oleh kewenangan yang diberikan pemerintah pusat kemudian lebih diperjelas melalui Peraturan Bupati Nomor 33 Tahun 2019 yang memungkinkan adanya tahapan FPT.

“Memang Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 mengamanatkan berkaitan dengan pemilihan kepala desa. Dia memberikan peluang bahwa dalam peraturan daerah itu dimungkinan lahirlah sebuah aturan-aturan yang tidak bertentangan di atas,” terang Sumendap di hadapan ratusan massa.

Kendati demikian menurut Sumendap, pemerintah kabupaten menghargai semua aspirasi dan tidak akan ditenggelamkan. Dikatakannya bahwa mengenai aspirasi tersebut akan dibahas dengan tim, termasuk memanggil pihak panitia, PMD, camat dan semua yang terlibat dalam proses pemilihan. Diharapkannya juga bahwa semua itu bagian yang bisa direvisi atau ditinjau kembali apabila terjadi aturan-aturan yang bertentangan dengan yang lebih di atas.

“Kalau saudara-saudara meyakini bahwa ini terjadi pelanggaran terhadap undang-undang, saya sarankan untuk membawa ke Peradilan Tata Usaha Negara. Peradilan umum juga dimungkinkan. Silahkan kita uji bersama agar supaya proses demokrasi di Kabupaten Minahasa Tenggara berjalan dengan baik,” saran Sumendap.

Di tempat terpisah Pimpinan DPRD Mitra Semuel Montolalu menyatakan pihaknya telah menerima massa yang sama layaknya di Kantor Bupati. Dan beberapa hari ke depan, menurut Montolalu, sudah disepakati melalui rapat singkat bahwa akan ada pengumuman hasil keputusan.

“Kita akan negosiasi dengan pihak eksekutif. Dan pada Hari Rabu (18/9) jam 3 sore pahit atau manis perwakilan harus ada,” pungkas Sem sapaan legislator PDIP ini.

Adapun kabar yang diperoleh media ini bahwa pihak massa telah menyiapkan empat orang kuasa hukum untuk melakukan pendampingan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Mungkin demo-demo ini bagian dari formalitas saja,” beber seorang simpatisan di Gedung DPRD Mitra.

Greg

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here