Rumopa-Liow Ulas Perjalanan Sulut Jadi Tuan Rumah Pekan Kerukunan Internasional dan Konas FKUB ke VI

0
38
Rumopa-Liow Ulas Perjalanan Sulut Jadi Tuan Rumah Pekan Kerukunan Internasional dan Konas FKUB ke VI
Rumopa-Liow Ulas Perjalanan Sulut Jadi Tuan Rumah Pekan Kerukunan Internasional dan Konas FKUB ke VI./jakas

SULUTIMES, Sulut – Provinsi Sulawesi Utara tuan rumah pelaksanaan Pekan Kerukunan Internasional 2021 dan Konferensi Nasional (Konas) Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) ke VI. 

Hal ini diungkapkan Ketua FKUB Sulut Pdt Lucky Rumopa selaku Ketua Panitia Pekan Kerukunan Internasional dan Konas FKUB ke VI yang akan berlangsung dari tanggal 17-22 November 2021, kepada sejumlah wartawan saat gelaran konferensi pers yang dilaksanakan di Lucky Cafe, jalan Bethesda Manado, Selasa (16/11/2021) malam hari.

“Lokasi penyelenggaraannya. Pembukaan di Sutan Raja Hotel Minut, agenda selanjutnya di Novotel Manado dan Mercure Hotel Minahasa dan penutupan di Kota Tomohon,” ujarnya.

Lanjut menurutnya, para peserta segenap Ketua FKUB Provinsi bahkan Kabupaten/Kota sudah berdatangan di Kota Manado dengan jumlah sekitar 1.800 peserta.

“Dipandang perlu bicara kerukunan karena dari pembicaraan saya bersama dengan bapak Menteri Agama (Yaqut Cholil Qoumas-reed) mengatakan walaupun secara live streaming bahwa Pemerintah RI akan mencanangkan tahun 2022 sebagai tahun toleransi, karenanya kegiatan Pekan Kerukunan Internasional dan Kongres ke VI FKUB merupakan Kick Off dari pencanangan Tahun Toleransi dan ini menjadi pilot project,” ujar Rumopa pada kesempatan ini.

Menurutnya trilogi kerukunan beragama terdiri dari 3 poin yang perlu menjadi perhatian yaitu kerukunan antar Agama, kerukunan Internal Agama dan kerukunan Agama bersama segenap lembaga-lembaga.

“Akan pula dihadiri seluruh Gubernur dan Bupati serta Walikota se-Indonesia. Pemerintah juga merupakan bagian dari kerukunan itu sehingga dipandang perlu untuk melaksanakan kegiatan ini, sekitar 27 Duta Besar negara-negara sahabat akan menghadiri kegiatan ini untuk membicarakan tema kerukunan yang sudah menjadi tema global,” urai Rumopa.

“Dari informasi yang saya dapatkan kota Manado adalah salah satu tempat yang disiapkan untuk dijadikan sebagai salah satu markas Dewan Gereja Dunia jadi pelaksanaan kegiatan ini dipandang perlu untuk dapat disukseskan,” tambah Rumopa.

“Dari pertemuan ini akan dicetuskan undang-undang baru dimana FKUB masuk dalam undang-undang sehingga untuk penganggarannya akan berdasarkan APBN,” tutur Rumopa.

Sementara itu Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik (Kesbangpol) Sulut Evans Steven Liow dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa pelaksanaan Pekan Kerukunan Internasional serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Indonesia yang ke VI di Kota Manado adalah untuk mendorong agar Indonesia hidup rukun dan damai.

“Inisiator dari kegiatan ini adalah Gubernur Sulut Olly Dondokambey, dengan gagasan ide mendorong agar supaya kita dapat hidup rukun aman damai dan nyaman dengan filosofi Torang Samua Ciptaan Tuhan mendapatkan respon yang baik dari dunia Internasional antara lain dari dewan Gereja Dunia, gayung bersambut hal ini juga direspon dengan baik oleh bapak Wakil Presiden KH Ma’aruf Amin yang menurut rencana akan hadir untuk menutup pelaksanaan kegiatan ini,” terang Liow.

Dalam kegiatan konferensi pers ini juga turut dihadiri Staf Khusus Gubernur Sulut Olly Dondokambey bidang olahraga Victor Rarung.

Jakas/*

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini