Ini Pernyataan Sikap Masyarakat Bantik di Rantau Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik Bote

0
98

SULUTIMES, Jakarta – Masyarakat suku Bantik di perantauan yang tergabung dalam Bantik Masuinsau Su Sasengkoang (BMSS), menyampaikan pernyataan sikap terkait dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap pahlawan nasional Robert Wolter Mongisidi oleh salah satu oknum di media sosial (fb).

“Kami mengecam keras oknum yang menghina dan melecehkan salah satu pahlawan nasional asal suku Bantik, Robert Wolter Mongisidi, lewat akun di media sosial. Ini adalah bentuk pelecehan kepada R. W. Mongisidi dan suku Bantik,” tegas Juvani F. Mongan, perwakilan masyarakat Bantik, yang juga tercatat sebagai Ketua Umum DPP BMSS, Minggu (19/9/2021).

Juvani Mongan menjelaskan, dalam akun fb-nya, oknum tersebut menulis bahwa Bote, sapaan kesayangan R. W. Mongisidi, adalah pemberontak. Jika Bote pemberontak, maka tidak akan menerima penghargaan dan gelar Pahlawan Nasional dari Pemerintah Republik Indonesia.

“Kami meminta pihak penegak hukum dapat memproses sesuai dengan hukum yang berlaku di negara kesatuan republik Indonesia oknum yang menghina pahlawan nasional R. W. Mongisidi. Apa yang ditulis oleh oknum tersebut, menurut kami terindikasi juga menghina negara yang telah memberikan sejumlah penghargaan dan menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Bote sang mogandi Bantik,” jelas Mongan.

Juvani Mongan menambahkan, masyarakat Bantik di rantau memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah hukum yang diambil oleh anak suku Bantik yang berada di Manado. Dimana beberapa waktu lalu, masyarakat Bantik di Manado telah mendatangi Polda Sulut untuk mepalorkan akun yang menghina dan melecehkan R. W. Mongisidi serta suku Bantik.

Apa yang dilakukan oleh oknum tersebut, bisa merusak kerukunan dan jalinan persaudaraan warga kawanua. Bahkan menjurus kepada ancaman disintegrasi bangsa. Persaudaraan yang rukun dan damai, bisa retak akibat tulisan dari oknum tersebut.

“Masyarakat bantik sangat menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan, serta persaudaraan yang rukun dalam bingkai kebinekaan. Untuk itu, langkah-langkah hukum dari pihak penegak hukum sangat kami harapkan dalam menyelesaikan masalah ini. Kami mendukung sepenuhnya upaya penegak hukum dalam konteks penegakan supremasi hukum di NKRI,” harap Mongan.

Berikut ini adalah sejumlah penghargaan yang dianugerah oleh Pemerintah kepada Robert Wolter Mongisidi atas jasa-jasanya kepada tanah air dan bangsa Indonesia, antara lain;

  • Tanggal 21 Maret 1959 menerima penghargaan Bintang Gerilya
  • Tanggal 17 Oktober 1960 menerima penghargaan Bintang Mahaputra Tingkat III
  • Berdasarkan SK Presiden RI nomor: 088/TK/Tahun 1973 tertanggal 6 November 1973 dianugerahkan gelar sebagai Pahlawan Nasional.

(Jo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here