Pembangunan JPO Lapangan Bantik Diawali Dengan Ibadah Peletakan Batu Pertama

0
149

SULUTIMES, Manado РPembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Lapangan Bantik di kelurahan Malalayang I, yang dibiayai lewat dana CSR (Corporate Social Responbility) CV. Karya Wenang, Rabu (17/11/2021), diawali dengan ibadah Peletakan Batu Pertama yang dipimpin oleh Pdt. Jefrey Royke Umboh, M.Th.

Ketua Lembaga Pemangku Adat Anak Suku Bantik Minanga-Malalayang AKBP Drs. Reyno F. Bangkang, M.Si., dalam sambutannya, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Jimmy Wangko, owner CV. Karya Wenang, atas kepedulian terhadap masyarakat khususnya anak-anak sekolah dan pejalan kaki. Pembangunan JPO lapangan Bantik, sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Setelah mendapat surat pemberitahuan dari cv karya wenang, lembaga adat bantik langsung mengadakan rapat dan menyetujui pembangunan JPO. Perlu diketahui, bahwa disekitar tempat ini sering terjadi lakalantas. Apa yang dilakukan oleh pak Jimmy Wangko selaku owner karya wenang, sangat membantu masyarakat,” kata Bangkang.

Peletakan batu pertama pembangunan JPO oleh Pdt. Jefrey Umboh, M.Th., Kadis PM dan PTSP Jimmy Rotinsulu, SE., M.Si., dan Ketua Lembaga Pemangku Adat Anak Suku Bantik Minanga-Malalayang AKBP Drs. Reyno Bangkang, M.Si.

Wali Kota Manado Andrei Angouw, yang diwakili oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Manado Jimmy C. E. Rotinsulu, SE., M.Si., saat memberikan sambutan mengatakan bahwa, pembangunan fasilitas publik ada dua; dibangun oleh pemerintah dan pihak swasta. Untuk JPO lapangan Bantik, itu murni dana swasta dalam hal ini cv. Karya Wenang.

“Pemerintah kota manado bangga dan berterimakasih kepada owner cv karya wenang bapak Jimmy Wangko atas kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat. Pembangunan JPO lapangan Bantik yang terletak di kelurahan Malalayang 1, adalah csr cv. karya wenang dengan total nilai hampir mencapai 1,5M dan telah melewati proses yang panjang dalam hal pengurusan izin bangunan maupun konstruksi. JPO ini terjamin kwalitasnya,” jelas Rotinsulu.

Sementara itu, owner CV. Karya Wenang Jimmy Wangko, mengakui bahwa pembangunan JPO sebagai bagian tanggungjawab moral terhadap masyarakat. Informasi yang kami terima, bahwa jalur depan lapangan Bantik Malalayang sering terjadi lakalantas, bahkan sampai ada yang kehilangan nyawa.

“Menyikapi hal ini, kami tergerak untuk membantu masyarakat pejalan kaki dengan menggunakan dana csr. Ini sebagai wujud kepedulian terhadap sesama manusia, khususnya masyarakat Bantik, karena kami juga saat ini berdomisili di Malalayang. Nantinya JPO ini akan dihiasi dengan ornemen pemkot Manado dan Budaya Bantik. Kami juga akan menata untuk pangkalan ojek,” ujar Wangko.

Hadir dalam peletakan batu pertama pembangunan JPO, antara lain; Ketua Dewan Pemangku Adat Bantik Minanga-Malalayang Berty Monangin, Ketua AMAB Sulut Ronny Mongisidi, Kabid Pengendalian dan Kebijakan PM dan PTSP kota Manado Luky Kuhu, SE., Ketua Komando Bantik Bersatu Glend Kopitoy, dan jajaran Pengurus lembaga adat bantik.

 

(JO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here