Reses Stendy Rondonuwu, Warga Minta SSR Selamatkan Wajah Minut dengan Tapal Batas

0
54
Warga Minta SSR Selamatkan Wajah Minut dengan Tapal Batas
Reses Stendy Rondonuwu, Warga Minta SSR Selamatkan Wajah Minut dengan Tapal Batas./sulutimes-edit

SULUTIMES, Minut – Tapal Batas Minut-Manado kembali terangkat ke aspirasi rakyat pada Reses Anggota DPRD Minahasa Utara Pnt Stendy S Rondonuwu (SSR), Masa Persidangan III Tahun Sidang II Tahun 2021.

Reses yang diselenggarakan SSR di kediamannya yaitu di Desa Maumbi Kecamatan Kalawat Minut, diukur dengan kuota hadirin terbatas, sesuai Protokol Kesehatan (Prokes), Sabtu (28/8/2021), pukul 14.00 WITA.

“Saya awali kegiatan ini dengan arti ‘reses’ Anggota DPRD. Reses ini adalah perintah undang-undang, bukan kemauan kami anggota DPR. Reses ini adalah kesempatan masyarakat menyampaikan aspirasi dan keluh-kesah serta uneg-uneg untuk kami bawa ke rapat paripurna, sesuai kemampuan kas daerah dan RPJMD,” beber Rondonuwu.

Lanjut Ketua DPC Partai Demokrat yang kini duduk di DPRD Minut sebagai Anggota Badan Anggaran (Banggar) ini membuka kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya.

“Kita diperkenankan lakukan reses, namun punya batasan seperti dilakukan ditempat terbuka, jumlah massa, dan tidak boleh lebih dari satu jam, sesuai Protokoler Kesehatan (Prokes),” kata SSR.

Dari tiga kesempatan menyampaikan aspirasi, warga cenderung meminta lampu penerangan jalan, pelebaran jalan Maumbi-Mapanget, SSR mencatat dan siap membawa aspirasi tersebut ke DPR.

Di sesi kedua, ada penyampaian aspirasi warga Airmadidi, SSR merespon serius, sebab aspirasi yang disampaikan warga ini sangat penting yaitu tentang Minut raih tiga penghargaan, namun wajah Minut harus dipercantik.

“Maumbi adalah wajah Kabupaten Minahasa Utara, sebab Maumbi merupakan desa tua yang berada paling depan dan dekat dengan Pusat Kota Manado. Sampai hari ini, masalah tapal batas masih membingungkan masyarakat Minut. Tapal batas harus diperjelas, baiknya ada resting area, kemudian, pasar kuliner disekitarnya, agar menambah daya tarik Minut sebagai Kabupaten super prioritas ekowisata,” ungkap Pak Robert.

SSR mengakui memang sampai hari ini status tapal batas Minut di Maumbi belum jelas titik-titiknya. Terkait resting area dan pasar kuliner, itu akan dibahas tersendiri, sebab status penggunaan dana dan keterbatasan keuangan harus diperhitungkan.

“Ini sangat menarik untuk ditindak lanjuti. Namun masalah tapal batas, resting area dan pasar kuliner, itu butuh anggaran besar untuk pembebasan lahan. Tapi ini sangat baik, dan akan saya bawa ke aspirasi lebih lanjut,” janji SSR sambil mengajak masyarakat Dapil Satu agar membuat kelompok tani. “Jauh-jauh hari, mari kita buat kelompok seperti kelompok perikanan air tawar, kelompok tani, dan banyak kelompok lainnya. Jika kelompok itu eksis dan terpadu, pemerintah siap membantu, seperti bibit ikan dan makanan serta kebutuhan lainnya”.

Pada penyampaian Plt Hukumtua Desa Maumbi Johny Tanod SSos, ia berharap DPR mampu mendongkrak setiap kebutuhan masyarakat desa, baik dari sisi anggaran, maupun pelebaran jalan kabupaten di Desa Maumbi.
“Bila semua jalan alternatif disini sudah baik dilengkapi lampu penerangan jalan, semua akses dalat terjangkau dengan baik. Dan ini sangat bermanfaat untuk Pendapatan Asli Daerah. Begitu juga terhadap masyarakat pembuat makanan kuliner di Maumbi, kami berharap desa kita punya ikon seperti Ikon Durian di Desa Batu Liksel, Ikon Kacang di Kawangkoan, serta daerah lain,” tukas Tanod.

Nando/Jakas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here