Peringatan Hari Rabies Sedunia Digelar di Benteng Moraya

0
23
Benteng Moraya Tondano, menjadi lokasi peringatan Hari Rabies Sedunia.(ist)

SULUTIMES, Minahasa – Kabupaten Minahasa menjadi tuan rumah dari kegiatan tingkat nasional, Peringatan Hari Rabies Sedunia 2018, di Benteng Moraya Tondano, Rabu (3/10/2018). 

Bupati Minahasa Ir Royke O Roring MSi mengawali sambutannya mengajak semua yang hadir, untuk bersyukur karena kita semua boleh ada di Kabupaten Minahasa untuk melaksanakan acara Hari Rabies Sedunia saat ini. Kemudian beliau menyatakan bela sungkawa, prihatin atas bencana yang terjadi di Palu dan Donggala, dan mengajak untuk mendoakan saudara-saudara kita yang ada di Sulawesi Tengah.

“Kami mengucapkan terima kasih karena telah memilih Kabupaten Minahasa sebagai tempat dilaksanakannya peringatan Hari Rabies Sedunia, dan mengucapkan selamat mengikuti acara hari ini kepada kita semua,” ujar Roring.

Asisten Deputi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan drg Naalih Kelsum PhD menjelaskan, rabies sudah memakan banyak korban untuk itu pentingnya vaksinasi dalam proses pencegahan. Dan mengenai sejarah adanya hari rabies sedunia. Beliau meminta kita semua harus membangun kesehatan untuk meningkatkan kualitas kesehatan, karena itu bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah melainkan menjadi tanggung jawab masyarakat pula.

“Melalui acara ini kita dapat meningkatkan koordinasi, korporasi, dan koordinasi untuk mengurangi bahaya rabies,” tegasnya.

Sementara, Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian drh Fajar Sumping Tjatur Rasa PhD menjelaskan, rabies begitu berbahaya sehingga itu menjadi tanggung jawab kita semua, kita harus melakukan vaksinasi secara berkelanjutan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, untuk keselamatan manusia dan hewan peliharaan. Rabies adalah penyakit yang sangat berbahaya sehingga disepakati untuk di berantas.

“Dalam mendukung kegiatan ini Kementrian Pertanian telah melakukan vaksinasi gratis kepada 1000 hewan peliharaan,  sosialisasi bahayanya rabies kepada anak sekolah dasar, dan melaksanakan lomba dokter cilik. Melalui kegiatan ini kami berharap kita semua dapat mengetahui bahaya rabies dan mensosialisasikannya kepada orang di sekitar kita,” urainya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan dr Anung Sugihantoni MKes menyampaikan permohonan maaf dari Menteri Kesehatan karena tidak dapat hadir bersama-sama karena saat ini mentri berada di Sulawesi Tengah.

“Kegiatan ini dilakukan karena masih banyak kabupaten/Kota yang belum benar-benar bebas dari penyakit rabies. Pencegahan penyakit rabies sangat penting yaitu penanganan pasca tergigit hewan, vaksinasi anti rabies dan serum anti rabies. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian pemerintah dan pihak-pihak terkait, serta meningkatkan pemahaman masyarakat terkait kebiasaan hidup dan upaya-upaya pencegahan. Kabupaten Minahasa dipilih karena kabupaten ini tempat dilaksanakan penelitian konsep one health. Karena kita tidak dapat memisahkan kesehatan manusia dan hewan, karena penyakit tular factor disebabkan oleh hewan-hewan di sekitar kita,” ujar Anung.

Gubernur Sulawesi Utara melalui Asisten Pemerintahan dan Kesera Setda Provinsi Sulawesi Utara Drs Edisson Humiang MSi menyatakan,  ini adalah momentum yang penting dimana kita dapat saling berkoordinasi menyatukan pikiran dalam pencegahan rabies, kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen pemerintah dan masyarakat dalam program pengendalian rabies.

“Kegiatan ini harus optimal untuk pencegahan penyakit rabies agar masyarakat dapat merasa aman dan bebas dari penyakit rabies. Kami juga mengingatkan kita semua untuk memelihara hewan dengan cara-cara yang baik, dimana hewan mendapat vaksinasi secara teratur,” kuncinya.

 

Qys

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini